Hari Ini Cek Rekening, Subsidi Gaji Peserta BPJamsostek Cair

  • Whatsapp

JAKARTA – Pekerja peserta BPJamsostek bergaji di bawah Rp 5 juta, bisa mengecek saldo rekening mulai hari ini. Jika beruntung, rekeningnya bakal bertambah Rp 1,2 juta. Pemerintah menyatakan pencairan tidak bisa serentak untuk 15,7 juta pekerja. Melainkan bertahap sekitar 2,5 juta pekerja tiap pekannya.

Rencananya pencairan subsidi gaji itu dilakukan pada 25 Agustus lalu. Tetapi karena masih ada kendala teknis, pencairan ditunda. Dalam rapat bersama Komisi IX DPR kemarin (26/8), Menaker Ida Fauziyah memastikan dana tersebut dikucurkan secara resmi mulai hari ini (27/8).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan tujuan pencairan itu untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan ekomomi buruh di tengah pandemi Covid-19.

Menteri yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memaparkan detail sasaran program subsidi gaji itu sebanyak 15.725.232 pekerja. Anggaran yang disiapkan Rp 37,87 triliun.

Untuk sementara data penerima yang sudah diserahkan BPJamsostek ke Kemenaker baru 2,5 juta pekerja. Ida mengatakan penyerahan data ini bertahap sebatas persoalan administrasi saja.

Dia mengatakan pada awalan ini, Kemenaker menargetkan setiap pekan bisa menyalurkan bantuan subsidi gaji kepada 2,5 juta pekerja. Sehingga diharapkan penyaluran uang untuk bulan pertama dan kedua selesai akhir September nanti.

Di dalam rapat tersebut Ida sempat ditanya soal jumlah anggaran yang melebihi kebutuhannya. Anggota Komisi IX DPR dari PKS Netty Prasetyani mengatakan jika ditotal Rp 600 ribu untuk empat bulan dikali total penerima, maka angka yang disiapkan pemerintah lebih besar Rp 129,7 miliar. ’’Pemerintah harus menjelaskan dana tak bertuan itu,’’ kata dia.

Ida lantas menjelaskan anggaran Rp 37,87 triliun itu memang lebih besar dibandingkan dengan alokasi anggaran subsidi gaji untuk 15,7 juta sasaran. Dia menjelaskan anggaran Rp 129,7 miliar itu adalah anggaran untuk biaya transfer kepada rekening yang bukan bank pemerintah atau BUMN.

Ida menegaskan anggaran tersebut jika nanti tidak terpakai atau terpakai sebagian, akan dikembalikan ke kas negara.

Dirut BPJamsostek Agus Susanto mengatakan salah satu syarat penerima uang bantuan subsidi upah adalah mempunyai rekening. Dia mengatakan dari 15,7 juta sasaran, sebanyak 13,8 juta diantaranya sudah memiliki nomor rekening bang. ’’Ternyata tersebar di 127 bank,’’ katanya.

Dia mengatakan di dalam sistem BPJamsostek tidak tercantum data rekening bank dari pekerja. Untuk itu BPJamsostek bergerilya kepada pencari kerja untuk kelengkapan data bank dari pekerjanya.

Setelah dipastikan memiliki rekening, BPJamsostek melakukan sejumlah verifikasi lainnya. Intinya mereka memastikan satu pekerja memiliki satu NIK dan satu rekening bank yang cocok namanya. ’’Tidak boleh meminjam rekening saudaranya,’’ jelasnya.

Di dalam rapat itu anggota DPR juga menanyakan kenapa pemerintah memberikan perhatian kepada pekerja formal yang gajinya di bawah Rp 5 juta. ’’Padahal banyak pekerja yang di-PHK. Kemudian juga banyak pekerja informal seperti supir angkutan umum,’’ kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay.

Menanggapi pertanyaan itu Ida menegaskan bahwa program bantuan subsidi upah itu adalah pelengkap atau penyempurna bantuan-bantuan pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 695,2 triliun untuk biaya penanganan Covid-19 beserta dampaknya.

Dari dana tersebut, tersebar untuk sejumlah program. Diantaranya dialokasian untuk kesehatan sebesar Rp 87,55 trliun. Kemudian Rp 37 triliun untuk program keluarga harapan (PKH). Ada juga program kartu prakerja dengan anggaran yang dinaikkan menjadi Rp 20 triliun. ’’Semua program ini diarahkan pemerintah untuk menyelamatkan jiwa dan perekonomian,’’ jelasnya.

Ida juga mengatakan program bantuan subsidi upah ini sekaligus untuk memberikan apresiasi kepada pekerja peserta BPJamsostek dan perusahaannya. Pesan yang ingin disampaikan pemerintah adalah mengikuti BPJamsostek itu ada manfaatnya.

Diharapkan ke depan semakin banyak perusahaan mendaftarkan BPJamsostek karyawannya. Dia juga mengatakan diantara penerima program bantuan subsidi upah itu ada sekitar 2,1 juta karyawan yang baru kena PHK. (wan)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *