Setelah itu, ia langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah SMP serta menghadirkan para orangtua murid dan para siswa yang akan terlibat tawuran tersebut, untuk memberikan arahan dan pembinaan kepada para siswa SMP sebanyak 36 orang.
“Ini sengaja dilakukan agar tidak melakukan tawuran maupun melakukan permasalahan dengan pihak sekolah lain. Sehingga dapat merugikan terhadap para siswa tersebut serta kepada para guru,” timpalnya.
Bukan hanya itu, ia juga meminta kepada para orangtua murid supaya lebih mengawasi anak-anaknya, agar jangan sampai terlibat tawuran.
“Nah, sebelum dipulangkan, mereka telah dibuatkan surat pernyataan tertulis serta para siswa tidak akan mengulangi lagi perbuatan serupa atau perbuatan yang melanggar hukum maupun aturan sekolah, serta bilamana dikemudian hari melakukan kembali perbuatan tersebut. Maka siap diberikan sanksi,” pungkasnya. (Den)






