Gempar! Lansia di Kebonpedes Sukabumi Buat Gambar yang Gabungkan Dua Simbol Agama

  • Whatsapp
DIDATANGI : Warga dan tokoh ulama saat mendatangi rumah AS (60) yang disinyalir kedapatan simbol-simbol yang dianggap menggabungkan dua agama di Kampung Citangkalak, RT 05/10, Desa Bojong Sawah, Kecamatan Kebonpedes. FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Seorang warga Kampung Citangkalak, RT 05/10, Desa Bojong Sawah, Kecamatan Kebonpedes membuat heboh. Pria lansia berinisial AS (60) itu disebut-sebut telah melakukan dugaan penistaan agama.

Di rumah AS, terdapat sejumlah tulisan dan gambar yang menggabungkan simbol dari dua agama berbeda, yakni Islam dan Kristen. Sontak saja, masyarakat sekitar murka dan mendatangi rumah AS.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kebonpedes Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat mendapatkan laporan jajarannya langsung mendatangi lokasi rumah AS. Hal ini, demi meredam aksi warga dan menciptakan kondisi yang kondusif.

“Memang benar, di lokasi rumah AS itu ada simbol-simbol atau gambar-gambar agama. Tetapi, hal itu hanya keyakinan yang bersangkutan saja dan tidak disebarluaskan ke khalayak,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi pada Minggu (24/10/2021).

Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian, AS mengaku telah berpindah agama seorang diri dan tidak membawa istri dan anaknya untuk berpindah agama. “Iya, kalau istrinya masih beragama Islam. Bahkan, beberapa hari terakhir istrinya itu telah mengikuti pengajian di majelis bersama MUI setempat,” imbuhnya.

Untuk mengindari hal yang tak diinginkan, ujar Tommy, gambar atau simbol-simbol yang terindikasi menggabungkan dua agama itu, telah dicopot di rumah kediaman AS. “Masyarakat berhasil kita redam. Selain itu, tidak ada pengrusakan dan tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes Ali Iskandar mengatakan, persoalan dugaan gambar yang digabungkan dengan dua agama itu, tengah ditangani oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Diantaranya mengumpulkan semua pihak yang terkait untuk melakukan musyawarah. Kita akan mengamati yang terjadi dilingkungan itu dan mencari data untuk memastikan agar tidak ada yang main hakim sendiri, tidak ada persekusi, tidak ada yang merasakan terintimidasi, tapi juga bisa terklarifikasi informasi yang sebenarnya,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga Kecamatan Kebonpedes agar senantiasa tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga dapat merugikan semua pihak. “Moderasi beragama itu bisa berjalan, tetapi tanpa harus kemudian mencampur adukan antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lainnya atau agama satu dengan agama yang lainnya,” pungkasnya.

Berikut ini foto-foto dari penggabungan simbol agama yang berada di dalam rumah AS:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *