Bencana Alam KabBERITA UTAMA

Gempa Sukabumi, Warga Terpaksa Hidup di Kolong Terpal

×

Gempa Sukabumi, Warga Terpaksa Hidup di Kolong Terpal

Sebarkan artikel ini

Sri menambahkan, Guncangan gempa kali ini dirasakan sangat kuat di daerah Sukabumi antara lain, Ciambar, Kelapa Nunggal, Cikadang, dan Cidahu.

Gempa juga dirasakan sangat kuat di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Pamijahan.

Bank bjb Tandamata

Kondisi geologi di sekitar pusat gempa bumi, pada umumnya tersusun oleh alluvium dan endapan rombakan batuan gunungapi muda berumur Kuarter.

Jenis batuan tersebut umumnya bersifat lepas, urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi, sehingga rawan terhadap guncangan gempa bumi.

“Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi,” terangnya.

Sebagai salah satu perusahaan yang berada dekat dengan lokasi kejadian gempa dan diduga menjadi penyebab gempa, Humas Perusahaan Star Energy, Asrul Maulana menampik hal tersebut.

Sebab, ia menjelaskan kalau berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BMKG, gempa yang terjadi kemarin bukan dikarenakan adanya aktivitas pekerjaan di perusahaannya itu.

“Kami juga terdampak, fasilitas kami ada yang mengalami kerusakan. Jadi saat ini kami sedang melakukan recovery untuk suplai listrik ke Jawa-Bali,” jelasnya.

Masih kata Asrul, jika data yang menyebutkan kalau titik pusat gempa yang berjarak 23 Km dari Palabuhanratu itu jauh dari lokasi perusahaannya.

Ia pun mengaku kalau jarak perusahaannya dengan Kecamatan Pamijahan cukup jauh, jadi tidak mungkin adanya aktivitas pekerjaan di perusahaannya mengakibatkan gempa di Kecamatan Pamijahan.

“Kami juga kebanyakan kegiatannya di Sukabumi bukan di Bogor. Kalau ditarik lurus 20 km ke Palabuhanratu, jauh lah dari titik kita. Terdekat itu Garehong, sekitar 8 kilometer dari kita,” bebernya. (dil/d/mam/izo/rs)