SUKABUMI — Sejumlah lampu di Lapang Merdeka (Lapdek), Kota Sukabumi, butuh mendapatkan perbaikan. Pasalnya, sejak diresmikan pada Sabtu (8/1) lalu sudah banyak lampu mengalami kerusakan, bahkan hilang yang diduga dicuri orang tidak bertanggungjawab.
Salah seorang pengunjung, Tuti (26) mengatakan, sejak beberapa bulan lalu beberapa yang ada di Lapdek sudah hilang dan beberapa diantaranya mengalami kerusakan. “Ya, sepengetahuan saya lampu itu sudah tidak ada sejak beberapa bulam lalu. Dam ada juga yang mengalami kerusakan,” kata Tuti kepada Radar Sukabumi, Minggu (21/8).
Tuti menduga, beberapa lampu yang hilang terjadi akibat tangan jahil atau dicuri orang tidak bertanggujawab. “Ya, padahal fasilitas ini harus dijaga sama kita semua. Tapi tetap saja masih ada orang yang tidak bertanggungjawab merusak maupun mengambil fasilitas publik,” bebernya.
Pihaknya berharap, pemerintah bisa segera turuntangan untuk memperbaiki semua fasilitas yang mengalami kerusakan. Tak hanya itu, juga pihak berwajib agar menindak tegas bagi siapa saja yang merusak maupun mengambil fasilitas yang sudah tersedia. “Kami minta agar pihak berwajib segera turun tangan menyikapi persoalan tersebut. Karena tentunya akan merugikan banyak pihak,” bebernya.
Sementara itu, Kasi Pertamanan DPUTR Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah memaparkan, sejauh ini kesadaran masyarakat dalam menjaga taman masih minim terbukti masih banyak orang yang tidak bertanggungjawab merusak fasilitas yang ada maupun melakukan hal tidak terpuni lainnya yang membuat fasilitas publik rusak.
“Karena Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran yang terbatas, untuk keindahan, keasrian dan kebersihan, hayu urang jaga bareung demi Sukabumi nu endah (Mari Jaga Bersama Demi Sukabumi yang Indah Red*),” paparnya.
DPUTR Kota Sukabumi, tidak hentinya meminta masyarakat agar ikut serta dalam melakukan pengawasan maupun menjaga semua fasilitas yang ada di Kota Sukabumi.
“Tentunya untuk menjaga fasilitas publik ini perlu adanya peran serta masyarakat agar tidak kembali adanya perusakan fasilitas. Lagi-lagi banyak hama kokod yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (bam)



