BANDUNG — Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pemulihan lingkungan dan perbaikan tata ruang lanskap harus menjadi prioritas setelah bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Hanif menyatakan penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis kajian ilmiah yang komprehensif. “Kami akan melibatkan para ahli untuk mengkaji penyebab utama longsor ini, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut, terutama yang berkaitan dengan tata ruang agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Senin (26/1).
Pernyataan itu disampaikan usai Menteri LH melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana sehari sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya penguatan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga di tengah aktivitas pemanfaatan lahan.
KLH/BPLH segera menurunkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mengevaluasi penyebab longsor, terutama terkait perubahan fungsi lahan yang masif. Langkah ini diambil untuk merumuskan kebijakan penataan ruang yang lebih ketat.




