Setelah itu Arsyad bertolak ke Muara Wahau, Kutai Timur, dan bekerja seperti tanpa beban. Awal Oktober lalu, istri Arsyad menelepon pelaku. Dia meminta Arsyad bertanggung jawab.
Arsyad lantas kembali ke Samarinda. Saat itu dia mengaku sudah menikah dengan Eneng. “Tanggal 10 Oktober lalu menikah dengan dia (Eneng)” kata Arsyad.
Arsyad menyebut Eneng yang memulai terlebih dahulu sehingga berahinya naik. Menurut Arsyad, Eneng mendekati dan mengelus rambut dirinya sebelum peristiwa menyesakkan itu terjadi.
(JPNN/izo)





