BERITA UTAMA

Enam Titik Jalan Provinsi di Sukabumi Selatan Terputus, Cek Rutenya

×

Enam Titik Jalan Provinsi di Sukabumi Selatan Terputus, Cek Rutenya

Sebarkan artikel ini
TERPUTUS : Sebagian wilayah terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur.
TERPUTUS : Kondisi sebagian wilayah terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur.(Foto : ist)

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Radar Sukabumi, bencana banjir yang terjadi. Di Kampung Lio Curug Luhur, tercatat 65 Kepala Keluarga (KK) dengan total 223 jiwa terdampak. Selain itu, di Kampung Parungseah Curug Luhur, tercatat 64 KK yang terdampak, dan di Kampung Warung Nangka Curug Luhur, terdapat 9 KK serta 30 jiwa yang juga terkena dampak dari bencana banjir tersebut.

Bank bjb Tandamata

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik angkat bicara terkait bencana banjir yang melanda Kabupaten Sukabumi akibat luapan sejumlah sungai hingga merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Menurut Dikky, bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi kali ini, tergolong luar biasa. Ia menilai, curah hujan yang

tercatat di wilayah Sukabumi, terutama pada Selasa (03/12) dan Rabu (04/12), menunjukkan angka yang sangat ekstrem. “Pada Selasa malam, data yang kami rekap pada Rabu pagi menunjukkan ada beberapa pos curah hujan yang angkanya sangat tinggi. 

Ia juga menambahkan, meskipun besaran curah hujan per hari sangat tinggi, faktor intensitas curah hujan per jam juga perlu diperhatikan. “Namun, secara umum, dua hari terakhir ini curah hujannya memang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dikky, banjir yang terjadi disebabkan oleh pengelolaan sungai yang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar. “Kapasitas sungai kita sudah terlewati, bahkan setelah kami cek, beberapa titik di peta sebaran hujan periode berulang 50 tahunan menunjukkan bahwa debit air yang terjadi hampir mencapai angka 50 tahunan,” ujarnya.

“Sementara, kapasitas sungai kita masih terbatas, bahkan ada beberapa yang kapasitasnya kurang dari 10 tahun. Akibatnya, debit air melebihi kapasitas dan meluap, merendam persawahan dan pemukiman di sekitar sungai,” bebernya.

Dalam menghadapi kondi- si ini, Dikky menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah penanganan. Bukan hanya itu, pihaknya juga mengaku akan melakukan pengerukan untuk menambah kapasitas sungai, namun saat ini, karena terbatasnya alat berat dan akses, maka Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, baru bisa melaksanakan pengerukan di satu lokasi, yaitu di Sungai Cipalabuhan, Kecamatan Palabuhanratu.

Dikky juga menyebutkan bahwa untuk sungai lain- nya, seperti Sungai Ciletuh, pihaknya akan melakukan pengerukan, namun masih menunggu aksesibilitas yang terbatas. “Untuk sungai lainnya seperti Ciletuh, pengerukan tetap akan dilakukan, namun kami harus menunggu akses jalan yang memungkinkan untuk membawa alat berat ke sana,” pungkasnya. (den/why)