WARUNGKIARA — Akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Kamis, (6/2) malam, pergerakan tanah yang berpotensi mengakibatkan longsor dengan sekala besar di Kedusunan Ciseureh, Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, kembali terjadi.
Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, kejadian pergerakan tanah tersebut dapat mengancam satu kedusunan dengan jumlah penduduk 357 jiwa dan 76 Kepala Keluarga (KK).
“Pergerakan tanah terjadi diakibatkan curah hujan sekitar pukul 02.00 WIB. Pergerakan tanah telah mengakibatkan longsor kurang lebih 100 meter persegi dan tanah anjlok sedalam 1,5 meter,” ungkap Camat Warungkiara, Asep Suhenda kepada Radar Sukabumi,Jumat (7/2).
Lanjut Asep, sejauh ini belum ada korban jiwa. Namun, dikhawatirkan ketika malam ini turun hujan maka, pergerakan tanah dari atas akan semakin cepat dan menimbulkan bencana besar yang akan memakan korban satu kedusunan.
“Selain itu, pergerakan tanah ini juga mengancam enam rumah yakni, milik Jajat, Utom, Umar, Ayam, Uus dan Parman,” ujarnya.
Sebab itu, pemerintah Kecamatan Warungkiara sudah berupaya koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kabupaten Sukabumi.
“Kami sudah mengajukan beronjong untuk mengantisipasi terjadinga longsor kepada BPBD,” paparnya.
Dirinya berharap, pemerintah melalui instansi terkait bisa menanggapi kejadian ini dengan serius dan menyalurkan bantuan segera.
“Kami meminta bantuan dari elemen yang terkait agar ada tindakan serius untuk merelokasi warga Dusun Ciseureuh,” pungkasnya. (bam/)






