BERITA UTAMA

Duduk Perkara Duel Gladiator Sukabumi Hingga Tewas, Cari-cari Musuh di Medsos!

×

Duduk Perkara Duel Gladiator Sukabumi Hingga Tewas, Cari-cari Musuh di Medsos!

Sebarkan artikel ini
Petugas Kepolisian saat hendak mengevakuasi jenazah korban usia dilakukan autopsi di Rumah Sakit Kramat Jati pada Jumat (11/10) sore.
Petugas Kepolisian saat hendak mengevakuasi jenazah korban usia dilakukan autopsi di Rumah Sakit Kramat Jati pada Jumat (11/10) sore.

SUKABUMI – Kepala Desa Cijengkol, Oban Sobandi mengaku perkara informasi kematian pelajar korban gladiator di Sukabumi, berdasarkan laporan dari warga saat ia tengah menghadiri pengajian malam di wilayahnya.

Sebelum melakukan aksi gladiator, para pelajar ini telah menjalin komunikasi antara korban dengan pelajar lainnya melalui media sosial. Setelah ditentukan waktu dan tempatnya, akhirnya para pelajar ini, langsung melakukan aksi gladiator dengan menggunakan senjata tajam. Bukan hanya itu, saat melakukan aksi gladiator tersebut, para pelajar ini juga telah merekam video aksinya. Bahkan, sampai dilakukan live streaming di Instagram.

Bank bjb Tandamata

“Iya menurut keterangan malam sih, ada streaming, mungkin di IG kayanya, cuma kita juga nggak sampai melihat. Nah, waktu malam, kata Kapolsek sendiri ada bukti-bukti video, cuma kita kan tidak bisa meminta bukti-bukti yang komplit, itu ranah mereka (polisi), kita mendapatkan keterangan seperti itu,” imbuhnya.

Korban telah meninggal dunia, diduga kehabisan darah akibat luka bacok di bagian punggungnya. “Luka itu di punggung kena bacok, kalau dari bukti semalam sih ada celurit sama pisau dapur. Meninggalnya korban, mungkin kehabisan darah, itu korban diantar ke rumahnya sama teman-temannya,”paparnya.

“Untuk pelaku mungkin nanti ada di pres releas Polres Sukabumi. Intinya pelaku ada dua orang. Pada intinya barusan juga kata Kapolsek sampai ada 19 orang yang diperiksa dan sekarang di Polres, berarti kan memang janjian dua belah pihak,” timpalnya.

Ketika disinggung mengenai titik lokasi tawuran pelajar ala gladiator, Oban menjawab, bahwa bahwa tempat gladiator tersebut merupakan lokasi lahan yang hendak dibuat pembangunan perumahan dan lokasinya berdekatan dengan jalan raya dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cijengkol Bungbulang. “Cuma mungkin karena jauh dari pemukiman, jadi kalau malam itu sepi. Nah, setelah kejadian itu, karena mungkin ketakutan teman-temannya karena korbannya luka, jadi serba bingung, itu mungkin malah dibawa muter-muter setelah kejadian itu, bukan langsung dibawa ke rumah korban,” paparnya.

Sementara itu, ketika wartawan dari Radar Sukabumi hendak melakukan konfirmasi, Kapolsek Caringin, Polres Sukabumi, enggan memberikan keterangan apapun. “Belum bisa kasih statement, karena perkaranya ditangani langsung oleh Polres. Selain itu, rencananya mau di release di Polres Sukabumi pada Senin (14/10),” singkat Kapolsek Caringin, Ipda Sugiarto.