BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Dua Desa di Warungkiara Kesulitan Air Bersih

×

Dua Desa di Warungkiara Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA: Camat Warungkiara, Asep Suhenda saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya, kemarin (20/8).

Sementara itu, Camat Warungkiara, Asep Suhenda mengaku sudah menerima laporan dari sebagian desa yang mengalami kesulitan air bersih. Paling parah, kesulitan air bersih terjadi di Desa Bantarkalong dan Desa Kertamukti. “Kami sudah mengajukan ke BPBD agar disuplai air bersih. Namun sampai sekarang belum ada,” akunya.

Asep berkeyakinan, desa yang mengelami kekeringan di wilayahnya lebih dari dua desa. Namun sayangnya, ia belum menerima laporan secara tertulis dari masing-masing desa. Sebab itu, ia meminta desa yang mengalami kesulitan air bersih segera mendata dan melaporkannya agar segera ditindaklanjuti.

Bank bjb Tandamata

“Kami menghimbau agar pemerintah desa yang mengalami kekeringan segera melapor. Karena sampai saat ini baru ada dua desa,” tandasnya.

Seperti diketahui, musim kemarau tahun ini diprediksi bakal berlangsung hingga 31 Oktober mendatang. Hal ini diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi berdasarkan prediksi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengaku, musim kemarau saat ini dampak kekeringan yang terjadi terus bertambah. Sebelumnya hanya 12 kecamatan, namun kini bertambah menjadi 20 kecamatan terhitung sejak Juni sampai 13 Agustus 2019.

“38 desa dari 20 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi mengalami krisis air bersih. Jumlah KK-nya 7.774 dari jumlah jiwa 22.388 jiwa,” akunya.

20 kecamatan yang mengalami krisis air bersih ini, sambung Daeng, adalah Kecamatan Cicurug, Cidadap, Gegerbitung, Tegalbuleud, Waluran, Cikembar, Gunungguruh, Kabandungan, Jampangtengah, Parungkuda.

Ditambah lagi Kecamatan Ciracap, Surade, Cisolok, Palabuhanratu, Cisaat, Cikakak, Ciemas, Sukalarang, Bantargadung dan Kecamatan Nagrak.

“Diprediksi, jumlah kecamatan yang mengalami krisis air bersih ini akan terus bertambah. Hal ini, berdasarkan prediksi dari BMKG yang menyatakan pada awal Agustus hingga 31 Oktober 2019 nanti akan banyak daerah di Kabupaten Sukabumi yang mengalami kekeringan,” paparnya.

Dalam menghadapi musim kemarau ini, BPBD Kabupaten Sukabumi menyiapkan tujuh unit armada untuk menyuplai air bersih ke sejumlah daerah yang sangat rawan kekeringan.

“Untuk siaga darurat kekeringan, kami juga menyiapkan bantuan pipanisasi bagi warga yang mengalami krisis air bersih dengan syarat, di wilayah pemukimannya harus terdapat mata air. Seperti mata air bukit dan lainnya,” tandasnya.

(bam)