BERITA UTAMAFeaturedKOTA SUKABUMI

Dongeng Sunda Asal-Usul Kota Sukabumi ( Bagian Ke I )

×

Dongeng Sunda Asal-Usul Kota Sukabumi ( Bagian Ke I )

Sebarkan artikel ini

Pusat Kabupaten Pagadungan porak poranda serta dibakar hingga hangus. Dalam pertempuran itu juga Bupati atau Datu Ki Ranggah Bitung gugur di medan perang. Sedangkan isterinya, Nyai Raden Puntang Mayang pada saat itu sedang mengandung anak pertamanya.

Untuk menyelematkan Nyai Raden Puntang Mayang, Jaro atau Lurah Kadatuan Pamingkis yang bernama Ki Jaro Loa Kutud dan isterinya bernama Nini Rumpay Tanggeuy Ringsang membawanya mengungsi. Mula-mula ke Gunung Bongkok, kira-kira di daerah Cibadak.

Bank bjb Tandamata

Di daerah ini Ki Jaro Loa Kutud dan isterinya mendapat petunjuk dari Resi Tutug Windu bahwa Nyai Raden Puntang Mayang harus dibawa mengungsi ke Gunung Sunda, yang letaknya berada di daerah Palabuhan Ratu.

Setelah mendapat keterangan dari Resi Tutug Windu, Nyai Raden Puntang Mayang pun dibawanya ke gunung tersebut, oleh Ki Jaro Loa Kutud beserta isterinya.

Di tengah perjalanan tepatnya di sebuah hutan menuju Gunung Sunda, Ki Jaro Loa Kutud beserta isterinya dan Nyai Raden Puntang Mayang, menemukan salah seorang anak laki-laki yang memiliki wajah jelek sekali, karena mukanya seperti Monyet atau Kera yang diperkirakan berumur antara 6 sampai dengan 7 tahun.

Ki Jaro Loa Kutud berusaha menanyai anak tersebut untuk mengetahui tempat asal maupun nama kedua orangtuanya. Namun anak tersebut tidak mau menjelaskannya.

Dai hanya mengatakan berada di hutan itu karena ada yang membawa pada saat kampung halamannya dibakar. Ki Jaro Loa Kutud memiliki keyakinan bahwa anak tersebut bukan anak orang kebanyakan. Lantas anak tersebut dibawanya mengungsi ke Gunung Sunda. (Bersambung)