BERITA UTAMA

Diterjang Banjir, Puluhan Rumah Warga Simpenan Rusak, Sebagian Diungsikan 

×

Diterjang Banjir, Puluhan Rumah Warga Simpenan Rusak, Sebagian Diungsikan 

Sebarkan artikel ini
Puluhan rumah warga di Kampung Legok Loa Citegal, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 6 Maret 2025 lalu.
Puluhan rumah warga di Kampung Legok Loa Citegal, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 6 Maret 2025 lalu.

Bahkan, lanjut Dodi sebagian warga ada yang mengungsi ke berbagai kampung meski masih masuk wilayah desa Cibuntu, mulai dari Kampung Cibuntu, Kelapa Dua, hingga Tegal Rumain, yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka sebelumnya, hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi rumah memang tidak bisa ditempati karena dipenuhi material longsoran berupa pasir dan bebatuan yang hingga kini sulit dievakuasi.

Bank bjb Tandamata

 “Kami berharap ada bantuan, apa saja, baik material bangunan maupun lainnya. Kami, masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan untuk bisa bangkit kembali,” tutur Dodi.

Sementara itu Enda Darmawan (43) salah seorang warga yang rumahnya terdampak bencana mengatakan, puluhan rumah yang terdampak bencana sejak kejadian tanggal 6 Maret lalu hingga saat ini belum mendapat penanganan bantuan dari pemerintah, tidak hanya itu material longsoran yang memenuhi jalan raya kabupaten juga belum sepenuhnya tertangani dengan maksimal.

Enda menceritakan detik detik sebelum peristiwa mengerikan banjir bandang dari sungai Citegal dan tanah longsor membawa material pasir, lumpur dan bebatuan, sekitar pukul 16.00 Wib terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi, dan berlanjut hingga pukul 22.00 Wib, di tengah suasana hujan sekitar pukul 20.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib tiba tiba warga dikejutkan dengan suara gemuruh, masih di tengah suasana kepanikan tiba tiba tidak berselang lama air bah dari sungai Citegal masuk ke rumah rumah warga dengan menghancurkan dindingnya.

 “Itu bulan puasa kan, warga tidak shalat tarawih, karena dari sore hujan deras, nah saat kejadian air bah masuk pemukiman, kami warga langsung membantu warga lain karena disini banyak jompo, anak anaknya pada merantau. ada juga yang muda, suaminya engga ada,” ungkap Enda.

 “Saat itu kami inisiatif membopong dan membantu barang barangnya untuk diselamatkan dari pada terendam, kami ungsikan ke rumah warga lainnya yang kondisinya aman. Pokoknya, di tengah ketegangan tiba tiba setelah ada suara gemuruh, ada tembok jebol diterjang banjir. Setelah kami cek ternyata benar rumah diterjang air, kalau gak keburu dicek dan warga tidak keburu mengungsi, ada pasti yang jadi korban,” imbuhnya.

Sejak kejadian itu, lanjut Enda hingga saat ini untuk penanganan dari pihak pemerintah desa bersama jajaran sudah langsung bergerak cepat melakukan upaya, bersama warga membersihkan puing puing bangunan tembok atau dinding yang roboh diterjang banjir, sebagian warga bahkan melakukan secara mandiri.