SUKABUMI – Puluhan rumah warga di Kampung Legok Loa Citegal, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 6 Maret 2025 lalu.
Hingga kini, lebih dari sebulan pasca bencana, belum ada tanda-tanda perbaikan atau penanganan serius terhadap bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan tersebut dari pemerintah.
Kondisi ini memaksa para pemilik rumah yang terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat, bahkan sebagian warga lainnya tetap bertahan, meski rumah yang mereka tempati sudah tidak lagi layak huni dengan dinding-dinding jebol dan sebagian masih tertimbun material longsor.
Kepala Desa Cibuntu, Dodi Setiawan, mengungkapkan bahwa sedikitnya 22 rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
“Bencana terjadi pada saat bulan puasa, hujan deras mengguyur selama dua hari dua malam. Aliran sungai bahkan berubah arah ke jalan kabupaten,” kata Dodi saat ditemui, Selasa (15/4/2025).
Dari 22 rumah yang terdampak, kata Dodi lagi sebanyak 17 di antaranya berada di RT 08, dan lima lainnya di RT 09. Selain rumah warga, jembatan di Kampung Legok Loa juga tidak luput dari kerusakan, saluran air tertimbun material longsor hingga membuat jembatan tidak bisa difungsikan karena tertutup material longsor sehingga menciptakan aliran air atau sungai ke jalan kabupaten kurang lebih 100 meter.
“Jembatan yang di Kelapa Dua pun sampai saat ini belum diperbaiki, dulu rusak karena bencana, pengajuan sudah kami lakukan sejak tahun 2022, tapi hingga kini belum ada realisasi. Sekarang kondisinya semakin parah setelah longsor kemarin,” keluh Dodi.
Dodi berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat agar wilayahnya tidak terus terisolir, karena saat ini sebagian tidak bisa kemana-mana mengingat rumah rumah yang terdampak bencana mengalami rusak berat dan tidak bisa ditempati.
“Warga yang mengungsi hanya datang siang hari ke rumahnya, untuk membersihkan material longsoran, malamnya kembali mengungsi ke rumah keluarga,” tambahnya.






