Disdik Sukabumi Kebingungan Terapkan KBM di Tengah Covid-19

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, harus putar otak menerapkan sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19. Meski diharuskan sistem daring, namun sebagian besar siswa tidak memiliki fasilitas belajar secara virtual.

Akibatnya, disamping sistem Daring, dinas yang dinahkodai, Mohamad Solihin membentuk sistem pembelajaran Luring (di luar daring). Kerja Sistem luring ini, mewajibkan Guru visit di rumah siswa dan membentuk lima orang dalam satu kelompok belajar.

Bacaan Lainnya

Kasi Kurikulum SD Disdik Kabupaten Sukabumi, Yudi Cucu Supriadi mengatakan, sistem belajar daring dan luring ini selaras dengan Surat Edaran Mendiknas Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini kita laksanakan pembelajaran dengan dua sistem daring dan luring. Daring belajar melalui pemanfaatan teknologi, sementara luring ini belajar secara kelompok dibimbing guru yang visit ke rumah siswa,” kata Yudi saat disambangi Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat (17/7).

Dua opsi pembelajaran ini, diterapkan lantaran tidak dipungkiri masih banyak siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar secara virtual. Jika ada pun, banyak terkendala oleh jaringan internet khususnya di wilayah selatan Sukabumi.

“Karena itu, dua opsi ini bisa menjawab semua kendala yang ada. Dengan memberlakukan sistem belajar luring setiap sekolah bisa membuat kelompok belajar siswa dengan jumlah siswa di batasi.

Setiap harinya, guru diwajibkan untuk melakukan pemantauan secara langsung ke setiap kelompok tersebut. Sedangkan untuk sistem pembelajaran daring guru memantau secara online,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sistem tersebut siswa tetap mendapat pelayanan pembelajaran meski tidak memiliki fasilitas Daring.

“Tidak ada alasan siswa untuk tidak belajar. Mau pakai daring atau luring semua harus belajar tetapi juga aman dari Covid-19 semuanya. Siswa guru dan orang tua aman dari penyebaran Covid-19,” paparnya.

Lebih lanjut Yudi, pihak sekolah masih diberi beban untuk mendata kesanggupan siswa dan orang tua mengikuti belajar daring ataupun luring.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *