Atas keluhan para siswanya, Kepala SMK Citra Nusantara, Rohani tidak mau pihak sekolah disalahkan. Menurutnya, mereka yang tidak bisa ikut UNBK itu karena bermula dari ulah operator tidak mengunggah Dapodik. Kini operator sekolah tersebut kabur.
“Ini meruapakan kelalaian operator yang tidak menggunggah Dapodik sehingga puluhan pelajar tidak terdaftar,” sangkalnya.
Disinggung sejumlah uang yang disetorkan siswanya, Rohani membenarkan bahwa dirinya menerima uang tersebut untuk keperluan ujikom, praktek, dan USBN. “Biaya prakteknya kan mahal harus di hotel. Kalau misalkan nanti ada masalah, dinas juga harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Diakuinya, dari pertemuan antar pihak sekolah dan dianas, tidak membuahkan hasil solusi apapun. “Ya, samapai sekarang belum ada keputusannya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) BP3 Wilayah III Jawa Barat, Asep Burdah menjelaskan, jika dilihat dari Dapodik data pelajar tersebut tidak ada sehingga beberapa waktu lalu pihaknya konsultasi dengan dinas provinsi untuk mencari solusinya.
Jika puluhan pelajar ini benar terdaftar di sekolah tersebut dari kelas 10 samapai 12, maka dinas akan berusaha memperjuangkannya. “Jika benar 38 pelajar ini mengikuti pembelajaran di sekolah dari kelas 10 samapai 12, maka kami akan memperjuangkan hak nya,” jelasnya.



