Dinkes Gandeng 11 Profesi Kesehatan

  • Whatsapp
FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI PENGHARGAAN: Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat memberikan penghargaan dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan disalah satu hotel Cikukulu, Kecamatan Cicantayan, belum lama ini.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menggandeng 11 organisasi profesi kesehatan dan berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, 11 organis itu ialah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATEKI) dan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Didi Supardi mengatakan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tentunya tidak bisa dilakukan satu profesi saja. Namun perlu adanya kerjasama yang terjalin baik dengan seluruh elemen. “Perlu adanya sinergitas antara organisasi profesi kesehatan. Karena pelayanan tidak bisa dilakukan satu orang atau organisasi saja,” kata Didi, belum lama ini.

Dalam mewujudkan itu, Dinkes Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan seminar kesehatan yang dihadiri oleh 11 organisasi kesehatan. Melalui seminar itu, semua organisasi bisa bersinergis dan masyarakat bisa mengetahui aspek hukum pelayanan kesehatan. “Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi menjelaskan, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, perlu menyelaraskan upaya pelayanan kesehatan di lapangan karena tidak bisa dilakukan oleh satu profesi saja, melainkan harus bersama-sama dan berkesinambungan.

“Tentunya dalam pelayanan kesehatan ini tidak bisa dilakukan hanya oleh dokter, perawat dan bidan saja. Tetapi, harus ada kerjasama dengan semua profesi kesehatan lainnya,” jelasnya.

Kerjasama dengan lintas profesi ini, sambung Masykur, salah satunya untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Adapun kendala saat ini, masih adanya keterbatasan tenaga kesehatan di daerah tertentu, khususnya di daerah terpencil.

“Jika doker tidak ada di daerah terpencil misalkan, sementara masyarakat harus tetap terlayani, maka bidan dan perawat harus menanganinya. Oleh karenya, perlu disinergikan untuk bisa melayani meskipun itu peran dokter. Itulah yang dinamakan pelimpahan atau pendelegasian wewenang,” tuturnya.

Di tempat sama, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menambahkan, hasil seminar kesehatan ini harus memberikan dampak yang positif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Dengan turut serta dan bergabungnya organisasi profesi kesehatan diharapkan pelayanan kesehatan semakin optimal dan berkualitas serta dirasakan oleh masyarakat. Pemahaman aspek hukumnya juga semakin dalam, tentu hal tersebut sangat baik untuk semua pihak khususnya masyarakat selaku pengguna layanan kesehatan,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *