“Menurut saya, peristiwa kebakaran rumah Pak Mahpudin ini, murni akibat dari korsleting listrik. Kalau akibat sering spaneng hingga mengakibatkan listrik padam saya rasa, bukan hanya rumah Pak Mahpudin yang terbakar, tetapi hampir semua rumah pasti akan terbakar api.
Memang sudah ada dua hari di wilayah Kecamatan Ciemas, listrik tidak bisa berjalan maksimal, lantaran jaringan PLN banyak yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Seperti, tertimpa pohon dan tergerus longsor.
Jadi saya tekankan. Musibah ini, bukan karena listrik sering mati, tetapi karena korsleting listrik yang terjadi di rumah korban,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciemas Ade Rukmana mengatakan, peristiwa kebakaran yang telah menghanguskan rumah berukuran sekitar 5 x 8 meter beserta isinya ini, diduga kuat oleh korsleting arus pendek.
Sebab, saat kebakaran warga yang merupakan tetangga korban, banyak melihat api berasal dari atap rumah korban. “Katanya api itu keluar dari atap rumah Pak Mahpudin. Warga melihat ada percikan api dari jaringan listrik yang berada diatas rumah korban. Kami beserta warga sudah berupaya maksimal untuk memadamkan api.





