BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Dicabuli, Siswi SD Itu Depresi

×

Dicabuli, Siswi SD Itu Depresi

Sebarkan artikel ini

Lalu pada Senin (30/7), kemarahan korban tidak dapat dibendung lagi, bahkan semakin meronta-ronta dan meracau. Pihak keluarga pun terus berusaha menenangkan sang anak hingga akhirnya mau membukakan rahasia yang selama ini dipendamnya.

“Pada saat marah, ia menyebut nama pelaku agar dipenjarakan karena sudah mengambil mahkotanya. Sehingga, mungkin adik saya merasa dikucilkan oleh temannya sampai terjadi seperti itu,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Dari pengakuan korban, kejadian pemerkosaan itu terjadi hampir sekitar satu tahun lebih. Karena pelaku mengancam korban akan diculik dan dibunuh jika korban memberitahukan kelakuan bejatnya kepada orang lain, maka Bunga pun memilih diam. Hingga akhirnya baru menceritakannya kepada keluarga belum lama ini.

“Pelakunya tetangga dan memiliki satu anak. Anaknya pun merupakan teman bermainnya adik saya. Setelah mendengar keterangan itu, kami sebagai keluarga berusaha menenangkan meski tak berhasil. Malah semakin meronta,” ucapnya.

Tak terima atas perlakuan bejat SR, pihak keluarga langsung melaporkannya ke Polsek Cibadak dan meminta pelaku segera diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk segera ditangani. Adik saya saat ini masih depresi,” jelas MP.

Menurut Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman, kasus di wilayah hukum Polsek Cibadak yang lebih dominan saat ini kasus pencabulan. Bagaimana tidak, selama 2018 sudah tiga kasus yang ditangani. Sebelumnya, Polsek Cibadak meringkus AL (49), seorang pelaku pencabulan terhadap anak tirinya Y (17) di Kecamatan Cicantayan, pada 6 Mei 2018 lalu.

Kasus yang sama terjadi pada Mei 2018 silam, yaitu AR (43) seorang dukun cabul yang melakukan aksi cabulnya terhadap 20 wanita dewasa dan akhirnya berhasil diringkus. “Memang kasus yang lebih dominan saat ini yakni pencabulan. Mayoritas korbannya anak dibawah umur,” ungkapnya. (cr16/t)