Di Sukabumi, SMA Muhammadiyah dan UMMI Kolaborasi Bikin Film Pendek

  • Whatsapp
PROMOSI: Proses pengambilan gambar dalam pembuatan film pendek yang diperankan oleh para pelajar SMA Muhammadiyah Sukabumi yang berkolaborasi dengan jajaran UMMI.
PROMOSI: Proses pengambilan gambar dalam pembuatan film pendek yang diperankan oleh para pelajar SMA Muhammadiyah Sukabumi yang berkolaborasi dengan jajaran UMMI.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – SMA Muhammadiyah (SMAM) Sukabumi terus mendorong dan mengasah kreativitas para siswanya, dengan menggandeng Univeritas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Keduanya berkolaborasi membuat film pendek tentang pendidikan karakter.

Bacaan Lainnya

Kepala SMA Muhammadiyah Sukabumi Solihin mengatakan, SMAM sangat mendukung dan konsen terhadap bakat dan kreativitas yang dimilki setiap siswanya. Salah satunya dengan pembuatan film pendek ini.

Adapun film tersebut menceritakan tentang perjuangan sorang anak yatim piatu yang tidak meneruskan sekolah, lantaran terkendala biaya.

Singkat cerita siswa tersebut mendapat bantuan dari Lazizmu yang merupakan program yang dimiliki SMA Muhammadiyah Sukabumi.

“Film ini sangat bagus untuk ditonton karena mengusung tema pendidikan karakter, untuk saat ini kami proses syuting, insya Allah kalau tidak ada halangan dan jika di izinkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi film ini kita akan launching setelah Lebaran Idul Fitri,” terang Kepala SMA Muhammadiyah Sukabumi Solihin kepada Radar Sukabumi, Minggu (14/3).

Sementara itu, selain mendukung kreativitas siswanya, pembuatan film ini juga sebagai media promosi menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 bagi para siswa-siswi SMP/MTs se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Film ini nantinya dipersiapkan sebagai promosi kepada siswa-siswi yang akan akan melanjutkan ke SMA, karena di film ini kita juga banyak membahas tentang program-program unggulan SMAM salah satunya Lazizmu itu sendiri,” tuturnya.

Lanjut Solihin, pihaknya pun sangat bangga dengan kreativitas siswanya itu, ia pun tak menyangka jika banyak siswanya yang ternyata mampu bermain peran dan pandai di broadcasting.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah mendukung berjalannya film ini. Terutama kepada Univeritas Muhammdiyah Sukabumi yang juga mendukung film tersebut tidak hanya sebatas materi, namun juga banyak dosen UMMI terutama Rektor UMMI Sakti Alamsyah yang terjun langsung menjadi artis peran.

“Alhamdulilah Rektor UMMI Pak Sakti Alamsyah di sini juga bermain peran sebagai opah, selain itu juga beliau menjadi produser di film ini,” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan hadirnya film pendek SMA Muhammdiyah Sukabumi bisa menarik minat siswa untuk mendaftar di SMAM, karena saat ini SMAM juga mempunyai kegiatan ekskul broadcasting yaitu SMAM Cinema Sukabumi.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMMI, Andri M. Idharoel Haq menuturkan bahwa selama ini UMMI sebagai lembaga pendidikan sangat konsen mendukung pendidikan khususnya yang ada di Sukabumi.

Menurutnya, SMAM dan UMMI melakukan program kerjasama salah satunya yaitu Lab School, di mana di SMAM ada program dosen masuk SMA.

“Program kerjasama kita antara UMMI dan SMAM ini banyak salah satunya program Dosen Masuk SMA ini, jadi karena di UMMI juga ada fakultas keguruan, Dosen UMMI ikut mengajar di SMAM ini, dan seiring berjalannya waktu karena sebentar lagi masuk PPDB kenapa kita tidak membuat film untuk media promosi supaya lebih kreatif dan akhirnya berjalan hingga sekarang bahkan rektor bersama dosen ikut juga bermain peran di film pendek ini,” tuturnya.

Dikatakan Andri, selama dua tahun terakhir ini sekolah swasta mendapat tantangan berat saat PPDB salah satunya dampak zonasi, untuk itu perlu kreativitas agar promosi PPDB bisa lebih menarik salah satunya dengan film.

Andri berharap setelah nantinya dilaunching film SMAM, minimal masyarakat Sukabumi bisa mengenal SMA Muhammadiyah Sukabumi dan mau mendaftarkan putra-putrinya untuk masuk SMA Muhammadiyah Sukabumi.

Skenario dan Sutradara Film Abdul Rosad mengatakan, film dengan judul “Mutiara” ini merupakan film kedua yang diproduksinya setelah film pertama yang dilaunching di tahun 2019.

Rosad yang sekaligus guru sejarah di SMA Muhammadiyah Sukabumi ini menuturkan, selain mendapat dukungan dari UMMI, film ini juga mendapat dukungan dari salah satu artis peran fIlm Keluarga Cemara dan sering muncul di FTV SCTV Wina Zulfiana

“Film ini sangat menarik, selain jalan ceritanya yang bagus, film ini juga menampilkan gambar tentang program-program unggulan SMAM dan juga ikon dan tempat wisata yang ada di Kota Sukabumi, karena kita juga sudah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Sukabumi, jadi ada beberapa tempat wisata yang ada di Sukabumi kita tampilkan,” tuturnya.

Selama pembuatan syuting, semua kru film tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tidak berkerumun dan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Tidak hanya itu, film SMAM ini juga menjadi satu-satunya yang sudah mendapat lisensi lulus sensor.

Sementara itu, Wina Zulfiana, bintang tamu di film Mutiara ini mengaku senang dan bangga bisa bekerjasama dengan siswa SMAM Muhammdiyah Sukabumi.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi dengan segala pendidikan apalagi SMA Muhammadiyah ini mereka mulai tertarik dengan dunia broadcasting,” terangnya.

Wina yang juga pernah bermain di Film Keluarga Cemara terseut mengaku tidak merasa kesulitan saat syuting karena siswa-siswa SMA Muhammadiyah sangat kooperatif sehingga tidak menyulitkan saat proses syuting. Ia berharap kehadirnya di film ini bisa dapat ikut memnbantu promosi SMA Muhammdiyah Sukabumi. (wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *