BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Dewan Minta DLH Lapor Hasil Monitoring

SUKABUMI – DPRD Kabupaten Sukabumi terus ‘mempelototi’ monitoring yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terkait keluhan warga akibat aktivitas PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) dan PT Siam Cemen Group (SCG).

Soalnya, hampir setiap tindak lanjut yang dilakukan pemerintah melalui DLH, pihak legislatif belum sekalipun menerima laporannya. Padahal, masyarakat banyak yang mengadu meminta kejelasan terkait hasil maupun langkah pemerintah kedepan untuk menangani masalah tersebut.

“Sudah lama saya mengintruksikan kepada DLH agar melakukan pengecekan ke perusahaan tersebut. Namun, sayang hingga saat ini, kami belum menerima hasil kerja mereka dalam melakukan pengecekan ke perusahaan itu,” sesal Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, M Jaenudin kepada Radar Sukabumi.

Menanggapi dampak dari perusahaan asal Thailand yang diduga mengakibatkan masyarakat sekitar terkena penyakit gatal-gatal dan Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa), ia meminta agar pemerintah cepat tanggap dam bersikap tergas terhadap kondisi warga di Desa Tanjungsari yang mengeluhkan terkait aktivitas PT TSS.

“Apalagi kondisi seperti ini, sudah lama dirasakan warga terdampak. Jadi, pemerintah daerah harus tegas melakukan sikap dan memberikan teguran terhadap perusahaan yang telah merusak lingkungan,” papar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi ini.

Pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi kesehatan warga. Apalagi, warga yang mengidap penyakit gatal-gatal dan Ispa harus mengalami ketergantungan obat akibat penyakit tersebut. “Jadi, disini peran pemerintah. Sudah jelas harus memberikan solusi yang baik agar warga merasa nyaman dan merasakan adanya kehadiran pemerintah.

Kalau warga hanya mendapatkan pengobatan dari perusahaan itu, saya pikir itu hanya bersifat sementara saja. Sementara kalau obatnya sudah habis, saya yakin penyakit gatal-gatal dikulit itu, akan kembali mewabah kepada warga terdampak. Lantaran, aktivitas perusahaan tersebut masih terus berlangsung dan mengeluarkan pencemaran lingkugan,” tandasnya.(cr13/t)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button