“Kami berangkat langsung ke Dermaga mengambil kapal bersama tim gabungan dari Basarnas, meluncur ke TKP ke titik di mana saya lihat mayat tersebut,” imbuhnya.
Karena kondisi gelombang ombak laut cukup besar dan tinggi, kata Tenda lagi tim gabungan sempat mengalami kendala karena dikhawatirkan ketika kapal terlalu pinggir pantai bisa ikut tergerus arus, sehingga menunggu jasad mayat agak ketengah laut.
“Posisi gelombang memang agak gede, kebesaran makanya kami tidak terlalu pinggir karena bisa kapal terseret arus ke karang, makanya dari itu kami nunggu agak tengah, setelah itu langsung kami evakuasi jasad korban dimasukan ke kantong jenazah,” terangnya.
Masih kata Tenda, saat ditemukan dan dievakuasi kondisi jasad korban memakai celana hitam, tidak pakai baju, namun mengenakan BH, berkat kerjasama tim gabungan dengan nelayan jasad korban dibawa ke rumah sakit Palabuhanratu untuk dilakukan visum et revertum. “Nah setelah diidentifikasi korban ada keluarganya di perumahan tamansari Palabuhanratu,” ucapnya.
Adapun awal kejadian, tegas Tenda dari keterangan saksi korban diduga terpeleset dan jatuh sesaat sedang mengambil air laut dengan menggunakan jerigen warna putih ukuran 5 liter diatas yang berdekatan dengan hotel, yang tiba tiba datang gelombang ombak besar.
“Korban terjatuh, terpeleset ke laut dan tenggelam, pemeriksaan luar tidak ditemukan luka luka,” tandasnya. (ndi/d).






