Derita Pelajar Suradita Sukabumi, Diterjang Retakan Tanah Timbul Was-was

SDN Suradita Gegebitung Sukabumi
MEMPRIHATINKAN : Sejumlah siswa SDN Suradita, tepatnya di Kampung Suradita, RT 18/RW 08, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, saat melakukan proses KBM pada bangunan rusak akibat bencana retakan tanah.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suradita, tepatnya di Kampung Suradita, RT 18/RW 08, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi terus dihantui rasa was-was. Bagaimana tidak, bangunan sekolah yang berada di daerah perbukitan itu, kondisinya kian memprihatinkan setelah diterjang bencana pergerakan tanah pada 2021 lalu.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Gegerbitung, Ofiek kepada Radar Sukabumi mengatakan, bangunan SDN Suradita telah mengalami kerusakan setelah diterjang bencana pergerakan tanah. Bahkan, saat ini kondisi retakan tanah di wilayah tersebut semakin meluas.

Bacaan Lainnya

“Dulu juga, waktu bencana retakan tanah kondisi tanah dan bangunan SDN Suradita itu, sudah retak-retak. Tetapi sekarang kondisi retakannya semakin parah,” kata Ofiek kepada Radar Sukabumi pada Senin (27/11).

Berdasarkan asessment sementara, sambung Ofiek, retakan tanah di bangunan SDN Suradita tersebut, bervariasi mulai dari lebar 10 centimeter hingga 20 centimeter. “Meskipun retakan tanah sudah di timbun pakai tanah atau kerikil bebatuan, tetapi sekarang kondisi retakannya semakin meluas. Bahkan, ubin pada bangunan sekolah SD itu, banyak yang terkelupas,” paparnya.

Meski bangunan sekolah kondisinya kian memprihatinkan atau rusak berat. Namun, para siswa masih tetap bertahan melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada bangunan SDN Suradita yang kondisninya nyaris ambruk itu.

“Iya, bangunan sekolah SD itu masih tetap digunakan. Hanya saja, kalau lagi hujam anak-anak langsung dibubarkan oleh gurunya, Karena, dikhawatirkan ambruk,” tandasnya.

Pihaknya mengaku, sudah berulang kali melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Bahkan, pihak sekolah pun sudah tiga kali melayangkan surat bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. “Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respon yang jelas,” timpalnya.

Belajar di Tenda Darurat Sementara

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, saat ini pihak sekolah bekerjasama dengan warga sekitar dan PGRI setempat untuk membuat tenda yang nantinya akan dijadikan bangunan sekolah darurat.

MEMBANGUN : Kondisi bangunan sekolah darurat yang sedang dibangun.

“Kemarin itu, warga masih melakukan perataan tanah atau cut and fill di lahan milik PTPN yang nantinya akan dijadikan tenda untuk sekolah darurat. Itu, jaraknya ada sekitar 500 meter dari lokasi bangunan sekolah yang rusak sekarang,” imbuhnya.

Pos terkait