BERITA UTAMAPENDIDIKAN

Derita Guru Swasta Pasca Kekurangan Murid, Pendapatan Terancam Hilang

×

Derita Guru Swasta Pasca Kekurangan Murid, Pendapatan Terancam Hilang

Sebarkan artikel ini

Ia berharap adanya keadilan dari pemerintah terhadap sekolah-sekolah swasta dengan tidak memandang negeri ataupun swasta. “Mudah-mudahan ada keadilan, karena kalau sekolah ini sampai ditutup, sertifikasi bisa hangus dan tidak mendapat tunjangan,” ujarnya yang mengaku menjadi pengajar sejak 2008 ini.

Tidak hanya Bubun, keluhan lain juga diungkapkan oleh salah satu guru di SMA Taman Siswa (Tamsis) Kota Sukabumi, Asep Suparlan. Guru yang sehari-hari mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) ini mengaku, sangat miris dan resah dengan keadaan sekolahnya sekarang.

Bank bjb Tandamata

Apalagi, Tamsis yang didirikan oleh Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara ini kini mulai perlahan surut peminat. Tahun ini saja, pihaknya hanya menerima 5 pendaftar yang masuk ke sekolahnya tersebut.

“Sangat prihatin. Dulu kita bisa sampai 10 kelas, sekarang hanya lima orang. Otomatis kalau jumlah ini bertahan, mungkin sebentar lagi sekolah ini akan tutup. Lalu bagaimana dengan nasib para guru di sini. Apalagi di Tamsis ini, hampir 90 persen guru-gurunya sudah terverifikasi dan inpassi. Kalau sekolah tutup, kita tidak mendapat tunjangan,” ucapnya.

Menurut Asep, sistem seperti ini dapat mematikan sekolah swasta, tidak hanya sekolahnya tetapi juga berdampak pada guru-gurunya yang bisa kehilangan mata pencaharian sebagai pendidik. Ia pun pemerintah bisa lebih terbuka dan mendengar keluhan-keluhan dari guru-guru swasta yang saat ini kekurangan murid dan pemerintah bisa mentelaah ulang program-program pendidikan yang tidak hanya menguntungkan satu pihak saja.

“Dulu kami mayoritas murid itu dari Kabupaten Sukabumi, sekarang karena adanya batasan 20 persen karena zonasi itu akhirnya yang dari kabupaten enggak bisa sekolah di kota, makanya kita menjadi banyak kekurangan murid,” tutupnya. (wdy)