BERITA UTAMA

Datang ke Sukabumi, Bahlil Janjikan Santri Nikmati Dana Abadi Pendidikan

×

Datang ke Sukabumi, Bahlil Janjikan Santri Nikmati Dana Abadi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat mengunjungi Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3) sore.

SUKABUMI – Iring-iringan bus pariwisata memasuki gerbang Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3) sore. Dari salah satu kendaraan, turun sosok dengan senyum khas: Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Kedatangan Bahlil bukan sekadar agenda politik. Di bulan Ramadan 1447 Hijriah, ia memilih melakoni safari spiritual dengan bertakziah ke makam almarhum Pangersa Uwa KH Zezen Zainal Abidin. Usai salat Ashar berjamaah, Bahlil menyampaikan pidato di hadapan ratusan santri.

Bank bjb Tandamata

Dalam sambutannya, ia menegaskan peran pesantren sebagai benteng Pancasila sejak masa perjuangan. “Pesantren sudah ada jauh sebelum negara berdiri. Saat ideologi komunis mengguncang bangsa, ulama dan pesantrenlah yang menjaga Pancasila,” ujarnya.

Bahlil juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan. Ia berjanji pemerintah akan memperluas manfaat dana abadi pendidikan agar bisa dirasakan santri. “Belum tentu sekolah besar lebih hebat daripada pesantren,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah.

Selain itu, ia menyinggung program makanan bergizi untuk santri sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul. Pidato Bahlil semakin menyentuh ketika ia membagikan kisah masa lalunya. “Saya pernah jadi kondektur angkot, pernah jualan kue. Jangan pernah berpikir kemiskinan adalah penghalang masa depan,” kenangnya.

Menurutnya, masa depan kini ditentukan oleh kecepatan bergerak. “Yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tambahnya.

Kehadiran Bahlil di Azzainiyyah juga memberi sinyal arah politik Golkar di bawah kepemimpinannya: partai terbuka bagi semua elemen bangsa. Kunjungan ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan negeri.

Bagi masyarakat Sukabumi, safari Ramadan Bahlil bukan sekadar agenda politik, melainkan penegasan bahwa spiritualitas dan politik bisa berjalan beriringan demi masa depan santri yang lebih cerah.(den/d)