SUKABUMI — Di Desa Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat sore itu terasa berbeda. Di halaman SDN Gunung Batu, wajah-wajah mungil siswa berseri-seri, seolah menyambut masa depan yang lebih cerah. Setelah sekian lama belajar di ruang kelas yang rusak dan tak layak, kini mereka bisa duduk dengan tenang di bangunan baru yang kokoh dan nyaman.
Peresmian tiga ruang kelas hasil renovasi ini bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi simbol harapan baru bagi dunia pendidikan di pelosok Sukabumi. Hadir dalam momen itu para guru, orang tua, komite sekolah, hingga perwakilan Dinas Pendidikan. Semua larut dalam rasa syukur, menyaksikan bagaimana kepedulian bisa menjelma nyata.
Andri Kurniawan, founder Yayasan Sehati Gerak Bersama, berdiri di tengah kerumunan dengan senyum lega. “Kurang lebih 1,5 tahun SDN Gunung Batu mengalami kerusakan sebanyak tiga kelas. Alhamdulillah, setelah melalui proses pembangunan selama 1,5 bulan, hari ini kami serahkan hasilnya,” ujarnya.
Renovasi senilai lebih dari Rp200 juta ini lahir dari kolaborasi Yayasan Sehati dengan dua perusahaan asal Jakarta, PT Gunung Prima dan PT Selaras Prima Utama. Bagi Andri, peran relawan bukan hanya menyalurkan dana, tetapi memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak.






