Danang mengaku merasa bangga dengan perjuangan para pejuang di Sukabumi. Sejarah tersebut harus dipublikasikan agar diketahui masyarakat. “Secara pribadi saya belum mengenal tiga pejuang tersebut. Untuk itu harus dipublikasikan lebih luas, di Sukabumi ini ada tokoh pejuang kemerdekaan RI,” katanya.
Danang juga mengapresiasi upaya KH Fajar Laksana yang melaksanakan pameran. Menyimpan benda sejarah tokoh pejuang di museum sebagai bentuk penghormatan.
“Pemerintah sebaiknya mendorong benda bersejarah bisa diketahui lebih luas oleh masyarakat. Semoga, pameran ini bisa diselengarakan lebih besar di masa mendatang,” harapnya.
Sementara itu, pemilik Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana mengatakan, kehadiran Dandim sebagai motivasi dan publikasi bahwa di museum tersebut ada benda peninggalan para pejuang.
Selain banyak putra-putri pejuang di Sukabumi, juga ada benda peninggalannya. “Peristiwa Bojongkokosan dan pejuang 10 November ada di Sukabumi,” katanya.
Dijelaskan, pameran dilaksanakan sampai 31 Agustus 2020. Bagi masyarakat yang ingin tahu, tidak harus datang tapi bisa dilihat secara daring. “Kami membuatkan dokumentasi khusus pembukaan pameran ini disiarkan secara online. Ini untuk mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya. (bal)






