BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Cuaca Ekstrem, Ribuan Nelayan Sukabumi  Tak Melaut

×

Cuaca Ekstrem, Ribuan Nelayan Sukabumi  Tak Melaut

Sebarkan artikel ini
Nelayan-Sukabumi
Suasana kapal nelayan saat bersandar di pantai Ujunggenteng dan tidak bisa melaut karena gelombang pasang.

SUKABUMI – Ribuan nelayan di Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi lebih memilih keselamatan daripada cuan. Faktor cuaca ekstrem di sekitaran perairan selatan laut Sukabumi yang menyebabkan mereka untuk tidak melaut. Saking ekstremnya, diketahui puluhan kapal nelayan di pantai Ujunggenteng rusak akibat diterjang ombak.

Ketua Rukun Nelayan Pantai Ujung Genteng, Asep JK kepada Radar Sukabumi mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya 30 kapal nelayan yang berada di pantai Ujunggenteng mengalami kerusakan.

Bank bjb Tandamata

“Nah semalam sangat besar ombaknya, hingga sampah-sampah sampai kejalan berserakan terbawa ombak. Bahkan, puluhan perahu semalam juga pada rusak, tapi rusak ringan saja. Ada sekitar 30 perahu lebih rusak ringan.

Seperti rusak pada bagian katir dan kincang pada patah dan bolong,” kata Asep JK kepada Radar Sukabumi pada Senin (06/12).

Puluhan perahu nelayan tersebut, sambung Asep JK, dihantam gelombang pasang saat perahu tengah berada di lokasi parkiran pantai Ujunggenteng, tepatnya di TPI Ujunggenteng hingga Pangumbangan.

“Alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa, hanya saja nelayan mengalami kerugian materil. Kondisi gelombang pasang ini, sudah berlangsung dua hari terkhir terjadi di perairan lautan lepas pantai Ujunggenteng. Sementara, untuk ketinggian air gelombang, mulai dari di atas 2 meter sampai 3 meter lebih,” paparnya.

Selain gelombang tinggi, ujar Asep JK lagi, ancaman angin kencang juga mengganggu aktivitas para nelayan di perairan Ujunggenteng.

Kondisi cuaca buruk itu, membuat para nelayan memilih tidak melaut dan tetap berada di darat. Berdasarkan data yang tercatat di Rukun Nelayan Ujunggenteng, jumlah total perahu nelayan di pantai Ujunggenteng saat ini, terdapat 1.700 perahu dari berbagai jenis.

“Dari 1.700 perahu itu, mayoritas atau paling banyak merupakan perahu kecil. Sementara, untuk kapal atau perahu yang besarnya hanya ada 23 perahu.