Mengulik Alasan Mantan Penyidik KPK Asal Sukabumi Memilih Masuk Jadi ASN Polri

MENEPI DI DESA: Eks Penyidik KPK Aulia Postiera membudidayakan ikan lele dan beternak ayam telur di rumah peristirahatannya di Sukabumi. (AGUS DWI PRASETYO/JAWA POS)

JAKARTA — Mantan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aulia Postiera yang diketahui tinggal di rumah peristirahatannya Sukabumi mengaku menerima pinangan Polri untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, tawaran untuk menjadi ASN Polri itu merupakan panggilan untuk kembali melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“Setelah berpikir, berdoa, memohon restu ibu dan meminta pendapat istri, anak-anak, guru-guru dan sahabat, hari ini saya menerima tawaran Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk bergabung menjadi ASN Polri. Bagi saya ini adalah panggilan negara untuk kembali berkontribusi dalam pemberantasan korupsi,” kata Aulia dalam unggahan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Senin (6/12).

Bacaan Lainnya

Aulia menyampaikan, pilihannya untuk bergabung menjadi ASN di Korps Bhayangkara bukan pilihan yang mudah setelah dipecat dari KPK dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Sejujurnya ini bukanlah pilihan yg mudah setelah apa yg kami alami di KPK atas perlakuan para Pimpinan KPK. Terlebih stigma yang mereka tempelkan bahwa kami sudah tidak dapat dibina lagi, anti-Pancasila, anti-UUD 1945 dan anti NKRI yang sah. Perbuatan jahat yg tak termaafkan,” ungkap Aulia.

Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat memahami proses asesmen TWK yang digelar KPK. Menurutnya, hal itu terbantahkan dengan hasil investigasi Komnas HAM yang menyebuta adanya pelanggaran HAM dalam TWK dan Ombusman RI yang menyatakan maladministrasi.

“Beliau menghargai kompetensi, rekam jejak dan dedikasi kami selama ini. Bagi saya, ini artinya Indonesia kembali memanggil kami,” tandas Aulia.

Sebelumnya, Mabes Polri mengonfirmasi sebanyak 44 mantan pegawai KPK menerima tawaran menjadi ASN Polri. Kepastian ini didapat setelah 52 orang barisan mantan pegawai KPK mengikuti proses sosialisasi.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *