BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Cuaca Ekstrem Ancam ‘Dapur’ Ribuan Nelayan Ujung Genteng Sukabumi

×

Cuaca Ekstrem Ancam ‘Dapur’ Ribuan Nelayan Ujung Genteng Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Suasana perahu milik nelayan saat bersandar di bibir pantai Ujung Genteng, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, karena cuaca esktrem.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan laut Selatan Sukabumi, telah berdampak buruk terhadap nasib para nelayan. Pasalnya, sudah lebih dari satu pekan terakhir para petani laut itu menganggur dan memilih memarkirkan perahunya ketimbang memaksakan diri melaut.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK mengatakan, sudah lebih satu minggu ini, ribuan nelayan yang biasa beroperasi di perairan Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, tidak pergi melaut untuk mencari ikan. “Iya, ada sekitar 1.000 lebih nelayan di sini dengan jumlah perahu congkreng 700 unit dan perahu diesel atau perahu kapal motor 60 unit, kini tidak bisa melaut. Karena, cuacanya sangat ekstrim,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi, Selasa (02/02/2021).

Bank bjb Tandamata

Menurut Asep, ribuan nelayan di perairan laut pantai Ujung Genteng ini, telah memilih menyandarkan perahunya di dermaga ketimbang pergi melaut ditengah cuaca ektrim gelombang tinggi dan angin kencang. Pasalnya, jika mereka memaksakan diri untuk tetap pergi melaut dikhawatirkan diterjang gelombang pasang. Bahkan, pada Senin (01/02/2021), dua nelayan asal Ujung Genteng telah mengalami kecelakaan laut (Laka Laut) di perairan lautan lepas Selatan Sukabumi.

“Alhamdulillah, kalau para nelayannya sudah berhasil diselamatkan. Hanya saja, perahunya jenis piber masih belum bisa kita evakuasi. Lantaran, kondisi gelombangnnya masih tinggi. Iya, sekarang juga perahu itu masih dalam kondisi terbalik di tengah lautan,” paparnya.

Selain gelombang pasang, ujar Asep, pada cuaca ekstrim saat ini di perairan lautan lepas Selatan Sukabumi, kerap terjadi badai yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini yang menyurutkan semangat para nelayan untuk mencari ikan. Karena, khawatir jika pergi melaut dapat berpotensi kejadian laka laut.

“Kondisi perairan di pantai Ujung Genteng saat ini kurang bersahabat untuk melaut. Situasi seperti ini tentu membahayakan keselamatan nelayan. Bahkan, ketinggian ombak diperkirakan mencapai tiga meter hingga empat meter lebih. Kalau dipaksakan melaut juga sulit dan hasilya jelek,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, para nelayan diperairan laut Selatan Sukabumi, khususnya di pantai Ujung Genteng sudah mendapatkan imbauan dari BMKG dan pihak terkait lainnya dari jauh-jauh hari. Dalam imbauan itu, BMKG meminta kepada para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaanya, ditengan cuaca ekstrem. “Selaian itu, kami juga meminta agar menunda aktivitas melaut karena cuaca di laut sedang tidak bersahabat,” paparnya.

Untuk itu, semenjak cuaca ekstrem mayoritas para nelayan di perairan Ujung Genteng, telah beralih profesinya untuk mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi, tidak sedikit juga para nelayan ini, telah menganggur dan tidak mendaptkan penghasilan.

“Apabila para nelayan memaksakan melaut, dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan. Mau bagaimana lagi, demi keselamatan, mau tidak mau mereka lebih memilih menganggur,” pungkasnya. (Den/rs)