BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Cerita Bule Belanda Tinggal di ‘Kota Mati’ Sukabumi, Tanpa Tetangga Riang Gembira

×

Cerita Bule Belanda Tinggal di ‘Kota Mati’ Sukabumi, Tanpa Tetangga Riang Gembira

Sebarkan artikel ini
Bule Belanda Tinggal Dikota Mati Sukabumi
GEMBIRA : Bule Belanda Rony bersama Istrinya Miss Garin penghuni satu-satunya perumahan yang dikenal Kota Mati di Sukabumi. 

“Orang disini (Sukabumi red), lebih santai. Di Belanda ada 3 orang anak yang tinggal disana, dan kami sudah memiliki 4 Cucu. Yang ikut tinggal di Indonesia ada 3 anak yang dibawa, jadi 3 di Belanda 3 ikut ke Indonesia, “jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Dirinya juga bercerita, soal pendidikan di Belanda yang jauh berbeda dengan Indonesia. Di belanda pendidikan sampai SMA semuanya gratis dan diberikan uang saku kepada setiap murid. Baru kemudian Universita yang harus membayar.

“Biaya hidup disana tinggi, Listrik disana sebulan Rp2 juta sampai Rp3 Juta dan itu Plat tidak Pake Token. Kontrakan disana sebulan Rp20 Juta, kalau disini cukup untuk satu tahun, “cetusnya.

Ditempat yang sama Garin (58) istri Rony menambahkan, ke Indonesia pertama kali pada 2011, kemudian sempat pulang pada 2013 sampai 2016 karena Ibu Garin Sakit. Kemudian kembali balik ke Indonesia dan menghuni pemukiman tanpa penghuni tersebut 2019.

“Tinggal di Indonesia jauh lebih baik dari Belanda, Karena pergaulan anak yang belum menikah lebih baik di Indonesia tidak banyak Drug (Narkoba) dan Ahkohol, Penduduk Indonesia Ramah-ramah dan alamnya sangat bagus, “tutupnya. (hnd)