BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Buruh Sukabumi Siap Berteriak di Hari May Day

×

Buruh Sukabumi Siap Berteriak di Hari May Day

Sebarkan artikel ini
F-Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi menggelar aksi demo sebelum adanya pandemi Covid-19.

SUKABUMI – Jelang Hari Buruh 1 Mei 2021 atau yang dikenal May Day, DPC Federasi Kehutanan Industri Umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F-Hukatan KSBSI) Kabupaten Sukabumi, konsisten menyoroti beberapa persoalan ketenagakerjaan, terutama PR pengawas ketenagakerjaan.

Ketua DPC F-Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna mengatakan, hari buruh atau may day di tengah kondisi pandemi Covid-19 kondisi buruh semakin menjerit. “Kondisi buruh saat ini, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga juga, kurang lebih itulah yang bisa diutarakan,” kata Nendar.

Bank bjb Tandamata

Kendari demikian, serikat buruh di bawah kepemimpinannya itu akan tetap menyoroti sejumlah persoalan, tentang ketenagakerjaan khususnya PR pengawas ketenagakerjaan dan administrasi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, pasca ditariknya wewenang pengawas ketenagakerjaan ke Provinsi Jawa Barat, justru dinilai malah semakin ngacapruk (ngaco). Akses pelayanan yang dibutuhkan dalam penegakan aturan khususnya norma dianggap menjadi makin ribet,” tegas Nendar.

Ia mencontohkan, dua kali pengaduan ke pengawas tentang pelanggaran normatif di perusahaan outsourcing rekanan PT. Semen Jawa, yang diduga juga ada keterlibatan PT. Semen Jawa ternyata tidak jelas sampai sekarang.

“Selanjutnya terdapat dugaan adanya system hubungan industrial berbau penjajahan jaman modern di sektor perkebunan PT. Djasula wangi Cirendeu Nagrak. Sempat ramai kemarin 15 tahun bekerja tanpa jaminan sosial dan upah jauh di bawah UMK, sepi-sepi saja kan pemerintah,” papar Nendar geram.

Lalu belakangan mencuat kembali persoalan jeritan ribuan buruh eks PT. Muara Griya Lestari (MGL), yang hingga hari ini upahnya masih belum jelas.

“Dalam hal ini saya sebagai anggota LKS Tripartit berharap semua pihak baik dari bupati, DPRD maupun pengawas ketenagakerjaan sebaiknya merespon. Agar tidak didoakan fasilitas yang kalian dapatkan dari keringat para buruh menjadi tidak barokah,” imbuhnya.

Di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, tahun 2021 Masehi, momentum may day kali ini dirinya mengajak semua element untuk membantu perjuangan buruh. Apalagi THR terancam akan menjadi salah satu faktor kegaduhan jika timbul masalah.

“Artinya secara keseluruhan terlalu banyak masalah hanya bagaimana kita menyikapinya. May day tetap lah may day, hari dimana para buruh berteriak penuh harap tentang permasalahan yang di alaminya,” tandasnya.(cr1/d)