“Saya, tegaskan informasi soal banjir roob di Pantai Ujung Genteng ini, adalah hoax. Bahkan, penyebaran video ini tengah ditangai oleh pihak yang berwajib. Ya, sekarang Polsek Ciracap sedang memburu pelaku yang pertama melakukan penyebaran video itu untuk dimintai pertanggung jawabannya,” katanya.
Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pantai Ujung Genteng, Asep JK mengatakan, pihaknya pun membenarkan soal video tentang air laut pasang di Pantai Ujung Genteng yang viral di media sosial. “Video itu, bohong dan tidak sesuai dengan fakta. Alhamdulliah, saat ini kondisi air laut aman dan tenang. Bahkan, banyak anak kecil yang tengah bermain air di pantai Ujung Genteng,” katanya.
Pihaknya, selaku warga Desa Ujung Genteng merasa tidak menerima dengan informasi video yang tersebar luas mengenai kejadian banjir roob di pantai tersebut. Pasalnya, setelah video itu viral di media sosial, telah berdampak terhadap mata pencahairan warga.
Lantaran, tidak sedikit villa dan hotel-hotel yang sudah diboking pada jauh-jauh hari, telah digagalkan oleh para pengunjung. “Para pengunjung yang hendak liburan panjang di Pantai Ujung Genteng, akhirnya digagalkan. Bahkan, mereka telah mengabil kembali uang yang sudah dibuatkan DP untuk menyewa villa dan hotel,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait jumlah korban sampai hari keempat pencarian pasca tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung, jumlah korban terus bertambah. Hingga kini jumlah korban tewas mencapai 430 orang. “430 orang meninggal dunia, 1.495 luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 mengungsi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan. Selain korban tewas BNPB juga mendata kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan tsunami itu. Adapun dampak terbesar terdata di Pandeglang, Banten.(den/t)





