KABUPATEN SUKABUMI

Dua Wisatawan Asal Bekasi Ditemukan Mengambang di Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Satu Masih Hilang

×

Dua Wisatawan Asal Bekasi Ditemukan Mengambang di Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Satu Masih Hilang

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sebanyak dua orang wisatawan asal Kabupaten Bekasi diketahui hilang usai digulung ombak di perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/3).

Danpos Angkatan Laut Ujung Genteng Letda Laut (P), Andri Kurniawan mengungkapkan, satu dari dua orang sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang didapatkan, jasad korban ditemukan tim Sar gabungan, setelah mendapatkan laporan dan dilakukan pencarian selama satu jam lebih. Diketahui, korban bernama Andi Pradana Putra (27) warga Rawakalong, Kelurahan Karang Satria Kodya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

bank BJB

Adapun satu korban lainnya, bernama Muhammad Angga Kurniawan (23) Kampung Setuju, Kelurahan Bintarajaya Kecamatan Bekasi Barat, Kabupaten Bekasi masih dalam pencarian. “Sekitar pukul 10.00 WIB sedang mandi atau berenang di tepian pantai Kalapacondong. Tiba- tiba pada saat tengah asyik datang arus berputar yang mengakibatkan kedua korban terseret ketengah laut. Kedua korban berusaha berenang menuju pantai tetapi tidak berhasil dan akhirnya mereka hilang tenggelam, dan para saksi yang berada dilokasi kejadian tidak sempat melakukan upaya pertolongan karena kejadiannya sangat cepat,” terang Danpos.

Ditambahkan Andi, selanjutnya anggota Posal Ujunggenteng dan masyarakat serta saksi-saksi di lapangan melakukan koordinasi dengan aparatur terkait untuk melaksanakan upaya pencarian terhadap kedua korban tersebut. “Upaya pencarian tim Sar Gabungan membuahkan hasil, sekitar pukul 11.30 Wib satu korban atas nama Andi Pradana Putra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Jasad korban ditemukan tim Sar gabungan yang terdiri dari personel Posal Ujunggenteng, personel Pospolair Ujunggenteng, personel Polsek Ciracap, Koramil Surade, Basarnas, Balawista dan Relawan dengan kondisi mengambang di atas permukaan laut sekitar 400 meter dari lokasi kejadian.

“Selanjutnya Tim Sar dengan menggunakan perahu nelayan mengevakuasi jasad korban ke darat dan dibawa ke rumah sakit Jampangkulon untuk dilaksanakan Visum Et Revertum dan penanganan selanjutnya,” paparnya.

“Kami menghimbau kepada wisatawan agar jangan melanggar aturan yang sudah ada, tidak mandi atau berenang dipantai yang akan mengakibatkan kecelakaan, saat ini upaya pencarian satu orang korban yang belum diketemukan masih dilaksanakan,” tandasnya. (Ndi)