“Kita sudah koordinasi dengan Camat Ciracap untuk meninjau kebenaran informasi ini. Ternyata, hoaks,” jelas Marwan Hamami kepada Radar Sukabumi, usai menghadiri kegiatan DPPKB Kabupaten Sukabumi, di Bale Budaya Pudak Arum Gedung Negara Pendopo Sukabumi, di Jalan Raya Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, kemarin (27/12).
Sebelumnya, pihaknya pun mengaku mendapatkan pesan berantai mengenai video tersebut. “Ya tadinya kita juga akan meninjau ke lokasi itu. Namun, setelah mendaptkan kabar dari petugas dilapangan, peninjauan pun digagalkan,” paparnya.
Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi yang tinggal di pinggiran Pantai Selatan Sukabumi, untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih lagi, saat ini tengah memasuki cuaca ekstrim. “Yang jelas, warga saat ini sedang trauma dengan bencana alam di Selat Sunda akibat aktivitas anak Gunung Krakatau. Untuk itu, masyarakat harus waspada,” imbuhnya.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, Pantai Ujung Genteng merupakan kawasan yang menjadi sorotan dari pemerintah daerah. Pasalnya, lokasi daratan di pantai tersebut, dikepung oleh oleh perairan air laut.
“Saat ini sedang memasuki musim angin barat. Jadi, ada kemungkingan gelombang air laut menjadi pasang dan naik hingga meluap ke daratan,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatkan, video yang tersebar luas tersebut adalah hoaks. Menurutnya, berdasarkan laporan petugas dilapangan, selama ini kondisi Pantai Ujung Genteng dalam kondisi aman. Bahkan, nelayan pun banyak yang turun melaut.





