BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bupati pun Ikut Terjebak Macet

×

Bupati pun Ikut Terjebak Macet

Sebarkan artikel ini

Bahkan untuk di kawasan pemandian air panas, terlihat sepi. Padahal di tahun sebelumnya, malam tahun baru juga dipadati pengunjung. “Kakau daerah Pantai Karang Hawu dan Citepus masih rame. Tapi kalau ke pemandian ya sepi seperti ini,” ucap Kiordinator Tolgate Pemandian Air Panas, Febri Nurmawan.

Keramaian justru terlihat di kawasan wisata Pantai Palangpang Kecamatan Ciemas. Nama besar Geopark menjadi alasan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Apalagi, infrastruktur untuk menuju kawasan tersebut sudah dibuka. Seperti jalur Loji-Puncak Darma.

Bank bjb Tandamata

“Ini merupakan pertama kali saya melewati pergantian tahun di kawasan Geopark Ciemas. Selain ingin mencoba suasana baru, juga ingin merasakan keindahan Geopark pada malam pergantian tahun,” tutur Al Mulque Assifa.

Untuk di Kota Sukabumi perayaan pergantian tahun nampak berbeda. Biasanya, masyarakat hanya menanti pesta kembang api saja untuk merayakan pergantian tahun. Tapi kali ini, masyarakat disuguhkan dengan kegiatan parade bedug yang dipusatkan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

Sementara itu, arus lalulintas jalur utara Sukabumi pasca libur panjang terpantau padat merayap. Kendaraan pribadi roda empat dan roda dua dari wisatawan luar daerah mendominasi lajunya kendaraan.

Kepala Bagian Operasional (KBO) Lalulintas Polres Sukabumi, Iptu Agus Suhendar mengungkapkan, kepadatan dijalur utara Sukabumi terjadi di simpang Palabuhanratu, Cibadak hingga simpang Cikidang dan sepanjang ruas jalan Cibadak.

“Kepedatan kendaraan roda dua dan empat dari arah tempat wisata Palabuhanratu maupun Geopark mayoritas dari daerah luar, seperti Bogor dan Jakarta,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (1/1).

Kendati demikian, pihaknya telah menempatkan anggota disetiap persimpangan. Selain itu, pihaknya juga menyisir simpul-simpul kemacetan dengan motor turbinjali. “Kami siagakan petugas disetiap persimpangan. Untuk mengurai diruas jalan, kami juga siagakan motor turbinjali,” tutup Agus.

Suhermat (38) wisatawan asal Depok mengaku, rencana pulang ke tempat tinggalnya sudah direncakan sore hari supaya tidak terjebak macet. Namun, prediksi dirinya juah dari harapan sehingga harus rela bersabar mengantri ditengah kepadatan kendaraan.

“Tadinya kami sengaja pulang sore agar tidak macet, ternyata kemacetan tetap terjadi. Kami sekeluarga sudah mengisi waktu libur dari pantai Palabuhanratu,” pungkasnya (cr15/ryl/t)