BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Buntut Siswa SD Meninggal oleh Kakak Kelas, Polres Sukabumi Gelar  Trauma Healing

×

Buntut Siswa SD Meninggal oleh Kakak Kelas, Polres Sukabumi Gelar  Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
PENYULUHAN: Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota, AKP Enita Cahyawati, saat memberikan penyuluhan kepada para siswa SD di salah satu sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja pada Selasa (23/05).(FOTO: UNTUK RADAR SUKABUMI)
PENYULUHAN: Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota, AKP Enita Cahyawati, saat memberikan penyuluhan kepada para siswa SD di salah satu sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja pada Selasa (23/05).(FOTO: UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Usai kejadian seorang siswa Sekolah Dasar (SD) MHD (9) yang meninggal dunia setelah diduga dikeroyok kakak kelasnya, Polres Sukabumi menerjunkan anggotanya dengan menggelar trauma healing kepada seluruh siswa SD di wilayah Kecamatan Sukaraja, Selasa (23/05/2023). Hal tersebut dilakukan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan pendidikan,

Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota, AKP Enita Cahyawati kepada Radar Sukabumi mengatakan, Polres Sukabumi Kota sengaja mendatangi salah satu SD di wilayah Kecamatan Sukaraja, untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada anak-anak.

Bank bjb Tandamata

“Kita melakukan trauma healing agar anak-anak merasa nyaman setelah kejadian kemarin,” kata Enita kepada Radar Sukabumi pada Selasa (23/05).

Untuk itu, pada kesempatan tersebut ia melakukan penyuluhan tentang bagaimana cara mengatasai bullying, apabila terjadi di sekolah atau terjadi pada dirinya.

“Iya, ini sangat penting dilakukan agar anak-anak faham, walaupun dia tidak bisa membela diri apa yang harus dia lakukan dia harus tau,” ujarnya.

Para siswa di sekolah dasar tersebut, tampak antusias mengikuti trauma healing dan penyuluhan tersebut. “Alhamdulillah respon dari anak-anak baik, mereka juga faham dan mereka tahu apabila terjadi bully, dia tahu apa yang harus dilakukan. Mungkin dia tahu, tapi takut untuk melakukan perlawanan atau menghindari bully di sekolahan,” tandasnya.

Ia mengaku, setelah dilakukan penyuluhan atau bimbingan dan trauma healing tersebut, maka para siswa kini sudah bisa mengetahui apabila terjadi bully di sekolah, mereka harus berlari, berteriak dan meminta pertolongan kepada orang dewasa yang ada di sekitar sekolah.

“Harapannya tidak ada lagi murid di sekolah yang menjadi korban bully, anak-anak juga berani menyuarakan perlawananannya, apabila terjadi bully di sekolah,” pungkasnya. (den/d)