BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Budiman Sudjatmiko Bakal Sulap Cikidang Sukabumi Seperti San Francisco, Ini yang Akan Dilakukannya

×

Budiman Sudjatmiko Bakal Sulap Cikidang Sukabumi Seperti San Francisco, Ini yang Akan Dilakukannya

Sebarkan artikel ini
Aktivis 1998 yang kemudian dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko memiliki cita-cita membuat Silicon Valley di Wilayah Cikidang Kabupaten Sukabumi. Foto: Antara.com

Menurut Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Komputer di Universitas Indonesia Dr Amril Syalim, komputer kuantum merupakan cara melaksanakan komputasi dengan menggunakan super posisi dan keterkaitan kuantum sehingga menghasilkan penghitungan yang super cepat dan tepat.

Bank bjb Tandamata

Dengan quantum computing, kata dosen dan peneliti bidang cybersecurity, cryptography, dan cloud computing itu, kalkulasi super cepat terhadap jumlah data yang sangat banyak dapat dilakukan. Perhitungan terkait simulasi cuaca dan upaya memecahkan kode atau sandi rahasia jadi jauh lebih cepat dan tepat.

Dengan lahirnya berbagai inovasi dan teknologi hasil riset dan pengembangan yang menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0, maka diharapkan dapat membawa Indonesia segera keluar dari “jebakan” negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Karena untuk keluar dari “jebakan” itu, pertumbuhan ekonomi harus berbasis inovasi bukan lagi sekadar mengeksploitasi sumber daya alam.

Kontribusi untuk desa

Cita-cita Budiman termasuk membuat “Silicon Valley” versi Indonesia itu dapat menjadi tempat berkumpulnya sumber daya manusia Indonesia handal dan terampil, yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan desa-desa di Indonesia.

Berbagai inovasi dan teknologi dapat dimanfaatkan oleh desa-desa yang kebingungan dalam mengoptimalkan penggunaan dana desa sekitar Rp1 miliar yang dikucurkan pemerintah tiap tahun. Tidak mungkin dana desa hanya digunakan melulu untuk seputar pembangunan jalan dan gapura.

Sementara desa dapat mendirikan badan usaha milik desa untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Namun ternyata, permasalahan lain muncul, di mana desa dihadapkan pada kenyataan kurangnya sumber daya manusia terampil.

Berangkat dari masalah itu, Budiman yang termasuk aktif mempelopori munculnya Undang-Undang Desa itu akhirnya berpikir bahwa desa bisa berbisnis dan berteknologi, dan “Silicon Valley” tersebut yang akan menjadi jawaban untuk kebutuhan itu.

Budiman berharap desa-desa nantinya bisa memanfaatkan sumber daya dari sana, bahkan bisa berinvestasi membuat suatu perusahaan teknologi yang lembaga risetnya ada di kawasan itu, dan hasil teknologinya bisa digunakan untuk membangun sekaligus meningkatkan perekonomian desa.