“Anak-anak Indonesia yang sekarang ada di Indonesia berkiprah apapun silakan mengembangkan cita-citanya di situ mengembangkan kreativitasnya di situ, sambil berkolaborasi, sambil kita menyediakan juga investor-investor segala macam untuk mendanai inovasi-inovasi anak bangsa,” ujar putra pertama pasangan Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri Sudjatmiko itu kepada ANTARA.
Komputer kuantum
Berbagai inovasi dan teknologi revolusi industri 4.0 tentunya ditargetkan dapat dikembangkan di sana nantinya untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di banyak sektor strategis seperti pertanian, kesehatan, pangan, energi, serta informasi dan komunikasi yang dibutuhkan negeri ini.
Teknologi dan bidang ilmu yang digarap di kawasan itu juga beragam mulai dari bioteknologi, nanoteknologi, komputer kuantum (quantum computing), semikonduktor, hingga teknologi energy storage dan industri kreatif.
Tak ketinggalan teknologi-teknologi terkini (frontier technology) jadi sasaran pengembangan di wilayah itu. Budiman memang beberapa kali mencuitkan perihal komputer kuantum akhir-akhir ini. Teknologi yang sama yang juga sering disebut-sebut oleh CEO Google Sundar Pichai.
Komputer kuantum akan mempengaruhi sistem keamanan negara, sistem keamanan perbankan dan juga akan berdampak pada kecepatan dan ketepatan dalam melakukan riset pengobatan dan kedokteran, kata pria kelahiran Majenang, Jawa Tengah itu. Teknologi itu akan memberikan kecepatan dan ketepatan mengkalkulasi banyak data dalam hitungan detik.
Dengan demikian, diharapkan dari “Silicon Valley” Indonesia akan ada pengembangan baik perangkat lunak maupun perangkat keras untuk mengoperasikan komputer kuantum yang didambakannya itu.






