“Tujuan awalnya kasih koloni lebah ke Nevan agar anaknya belajar tanggung jawab dengan merawat lebah, sehingga tidak ketergantungan sama orang tua atau orang lain,” paparnya.
Dari 30 koloni yang dirawat Nevan, hingga saat ini dia sudah panen madu sebanyak 3 kali. Madu hasil koloni lebah milik Nevan dijual dengan harga sekitar Rp150 ribu per 250 mililiter, dan sudah dipasarkan ke luar daerah hingga Papua.
“Selama ini yang beli madu kebanyakan dari luar daerah seperti Papua dan daerah lainnya. Dan banyak yang memesan karena mungkin mereka sudah tahu manfaat kesehatan dari madu lebah trigona,” ujarnya.
Janti melihat, potensi jiwa wirausaha di diri Nevan sejak masih kecil. Karena itu, dia pun sangat mendukung anaknya untuk belajar mengembangkan usaha di lebah madu trigona.
“Dari kecil kalau saya lihat dia memang senang berdagang. Harapannya Nevan bisa punya usaha sendiri di masa depan,” imbuhnya.
Menurutnya, Nevan ingin mengembangkan usaha budidaya lebah madu trigona menjadi sebuah destinasi wisata edukasi. “Pengen punya tempat wisata lebah, biar temen-temen bisa belajar budidaya lebah juga,” tutupnya. (*)






