BERITA UTAMA

Budaya Hari Nelayan, Dinas Perikanan Tegaskan Peran Pelestarian Laut

×

Budaya Hari Nelayan, Dinas Perikanan Tegaskan Peran Pelestarian Laut

Sebarkan artikel ini
Kepala dinas perikanan kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati (Pakaian Merah Muda) saat berfoto bareng putri nelayan.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Kepala dinas perikanan kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati (Pakaian Merah Muda) saat berfoto bareng putri nelayan.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Gelar budaya syukuran Hari Nelayan Palabuhanratu ke-65 tahun 2025 disambut semarak oleh masyarakat tidak hanya para nelayan namun juga berbagai elemen di Kabupaten Sukabumi.

Dalam momentum penuh makna ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut, namun juga simbol apresiasi terhadap jasa para nelayan serta ajakan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Bank bjb Tandamata

 “Ini bukan sekadar tradisi tahunan, tapi momen refleksi dan penghormatan atas pengabdian nelayan yang tak kenal lelah menjaga denyut ekonomi pesisir,” ungkap Nunung saat ditemui di kantornya. Kamis (22/5/2025).

Nunung menjelaskan, dari tahun ke tahun, perayaan Hari Nelayan di Palabuhanratu terus mengalami peningkatan kualitas, baik dari sisi teknis pelaksanaan, makna yang diangkat, maupun keterlibatan semua pihak.

 “Hal ini membuat syukuran nelayan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga wadah edukasi serta penguatan semangat kebersamaan,” jelasnya.

Untuk itu, kata Nunung, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi turut berperan aktif dalam menyukseskan perayaan ini, melalui dukungan materil dan nonmateril. Tidak hanya sebatas seremoni, dinas juga menggelontorkan sejumlah program bantuan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

 “Mulai dari bantuan sarana penangkapan seperti kapal, mesin, dan alat tangkap ramah lingkungan, hingga pembayaran premi asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Kami juga memfasilitasi sertifikasi tanah untuk melindungi aset para nelayan,” tegasnya.

Namun begitu, Nunung mengakui, tantangan yang dihadapi nelayan kian kompleks, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga fluktuasi harga ikan. Namun pihaknya terus memberikan pembinaan dan pendampingan, seperti penyuluhan keselamatan melaut, serta pelatihan diversifikasi usaha agar nelayan tetap memiliki sumber penghasilan alternatif saat tak bisa melaut.

 “Kami ingin nelayan lebih siap menghadapi dinamika dan risiko di lapangan,” katanya.

Kedepan, tegas Nunung langkah strategis Dinas Perikanan akan terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai instansi lain dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut untuk terus dilakukan. Mulai dari pembinaan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, program restocking ikan, hingga penanaman mangrove sebagai pelindung alami ekosistem pesisir.