BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

BST Covid-19 Diduga Disunat, Warga Geruduk Kantor Desa Semplak

×

BST Covid-19 Diduga Disunat, Warga Geruduk Kantor Desa Semplak

Sebarkan artikel ini

Pihaknya mengaku sengaja mengalihkan bantuan BST dari enam warga di Kampung Buluh kepada warga yang belum mendapatkan bantuan sosial.

Lantaran, dirinya menilai saat ini masih banyak warga Desa Semplak yang belum mendapatkan bansos.

Bank bjb Tandamata

” Ke enam warga ini akan mendapatkan banutan sosial yang bersumber dari dana desa.

Kemudian, ia dapat kembali dari BST Kemensos. Iya, BST Kemensos itu kan tidak bisa dialihkan dan diberikannya harus sesuai dengan data dan nama yang tercantum sesuai dengan barcodenya.

Makanya, bantuan sosial dari dana desanya kami alihkan kepada warga lain dengan tujuan agar bantuan ini dapat merata,” bebernya.

Saat ini, Desa Semplak memiliki 1.776 Kepala Keluarga (KK) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non DTKS. Namun dari ribuan KK ini, terdapat 134 KK yang belum menerima bansos.

“Agar bantuan ini dapat merata, makanya kami alihkan. Iya, masa bantuan ini harus double,” pungkasnya. (den/t)

Data dan Fakta Dugaan Pemotongan BST

Cek Fakta :
– Enam warga Kampung Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, mendapatkan BST Kemensos.
– Tidak lama setelah itu, enam warga itu kembali mendapatkan Bansos dari DD 2020 sebesar Rp600 ribu per KK-nya.
– BST Kemensos tidak bisa dialihkan dan harus diberikan sesuai dengan data dan nama yang tercantum dalam barcode.
– Dinilai tumpang tindih, akhirnya pemerintah desa mengalihkan Bansos DD kepada warga lainnya yang belum mendapatkan bantuan.
– Saat pengalihan bantuan, warga Kampung Buluh protes lantaran warga tidak diberikan penjelasan disertai berita acara.
– Protes warga semakin memuncak, saat ke enam warga yang menerima Bansos tersebut, hanya diberikan uang Rp100 ribu per KK-nya.
– Pemerintah desa mengklaim, sengaja mengalihkan bantuan itu dengan dalih agar Bansos diberikan secara merata kepada warga terdampak Covid-19.

Cek Data :
– Desa Semplak memiliki 1.776 KK DTKS maupun non DTKS
– Dari ribuan KK ini, terdapat 134 KK yang belum mendapatkan Bansos
– Warga yang mendapatkan BST 238 KK
– Warga yang mendapatkan Bansos dari DD 154 KK
– Warga penerima Bansos dari Kabupaten Sukabumi 203 KK
– Warga yang mendapatkan bantuan dari Banprov 435 KK