SUKABUMI — Melanjutkan implementasi BUMN Shop sebelumnya yang diluncurkan pada akhir tahun 2018 lalu, sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didukung oleh Kementerian BUMN serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali memperluas jaringan BUMN Shop di Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini menjadi bentuk perluasan aktivitas bisnis usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sebelumnya sudah berjalan.
Perluasan implementasi BUMN Shop ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Caranya adalah dengan memberi ruang bagi produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar BUMN Shop untuk dipasarkan.
Masyarakat juga disejahterakan dengan adanya akses ke produk-produk yang dihasilkan oleh berbagai BUMN pada harga yang menarik.
Selain itu, melalui BNI, masyarakat di sekitar BUMN Shop juga mendapatkan akses lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan perbankan, karena cukup dengan mendatangi BUMN Shop yang telah menjadi Agen46 BNI mereka dapat memperoleh beragam jasa keuangan.
Kini, telah terbentuk sebanyak 100 BUMN Shop dan 30 Pertashop di seluruh Sukabumi. Dimana 49 BUMN Shop dan 22 Pertashop diantaranya telah aktif beroperasi.
Demikian terungkap pada kunjungan kerja Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam ke Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23 Juli 2019). Pada kesempatan ini, Rini berkesempatan melihat langsung aktivitas operasional dua BUMN Shop kelolaan BNI di Sukabumi yang telah melayani kebutuhan masyarakat.
Selain mengunjungi Pertashop BUMDes Darussalam, Rini juga mampir ke Pertashop BUMDes Motekar, Kecamatan Cisaat, Sukabumi.
Menurut Rini, kehadiran BUMN Shop yang diinisiasi Kementerian BUMN dan Kemendes PDTT ini telah melahirkan toko mini dan outlet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini, yang mampu memenuhi segala kebutuhan dasar masyarakat dengan harga terjangkau dan berkualitas.
Kurang lebih 3.000 jenis barang dan jasa yang dihasilkan oleh BUMN serta produk-produk UMKM masyarakat sekitar disediakan di BUMN Shop.
“Upaya ini, tidak sebatas pada ketersediaan produk, akan tetapi juga pemikiran jangka panjang. Bagaimana bisa menambah lapangan pekerjaan dan menciptakan aktivitas produktif di tengah masyarakat,” jelas Rini.
Sementara itu, Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menyatakan potensi pengembangan bisnis BUMDes melalui BUMN Shop sangat besar dan dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
Untuk itu, BNI memberikan dukungan secara penuh dan berperan menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan melalui Agen46.
Agen46 merupakan kepanjangan tangan dari BNI untuk memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas ke outlet-outlet perbankan, antara lain karena lokasi yang berjauhan atau sarana transportasi yang terbatas.
Agen46 dapat melayani berbagai macam transaksi keuangan antara lain Pembukaan rekening, Tarik/ setor tunai dan pembayaran berbagai macam tagihan seperti PDAM, PLN, BPJS dan lain-lain. Agen46 juga dapat menerima pengajuan aplikasi pinjaman KUR.
Untuk mendukung permodalan BUMN Shop yang sudah beroperasi, BNI telah memberikan fasilitas pinjaman berupa kredit kemitraan kepada 6 BUMDes sebagai modal kerja BUMN Shop. Skema pinjaman ini diharapkan akan menjadi percontohan bagi pengembangan BUMDes lainnya.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis kredit kemitraan kepada BUMDes Motekar yang diwakili oleh pak Ilman selaku ketua BUMDes dan simbolis KUR kepada salah satu pelaku UKM di Sukabumi.
(*/wdy)







