Program ini ungkap Iskandar menyasar ke sejumlah titik mulai pusat perbelanjaan, lingkungan pendidikan dan tempat lainnya. Harapannya warga yang masih memegang suket bisa segera memiliki KTP-el.
Upaya ini lanjut Iskandar terus ditingkatkan terutama menjelang momen pesta demokrasi pada 2019. Terutama menyasar ke kalangan pelajar yang baru berusia 17 tahun yang merupakan pemilih pemula dan harus memiliki KTP.
“Peningkatanan layanan ini diharapkan mampu menuntaskan program KTP-el yang cakupannya baru mencapai sekitar 96 persen,” pungkasnya. (*)





