“(Data) Itu berpotensi memiliki kebenaran, cuma tetap kita harus cross check lagi terhadap data tersebut. Tapi gini sejak 2005 sudah ada riset yang menyebutkan bahwa semakin tinggi peningkatan pembelian seks di luar hubungan resmi, itu survey secara global di Eropa,” ungkap Devie dikutip detikFinance, Senin (7/1/2019).
Menurutnya, untuk memastikan sebesar apa pengeluaran masyarakat Indonesia untuk prostitusi dibutuhkan riset khusus. Riset tersebut menurutnya sangat sulit di lakukan di Indonesia.
“Indonesia agak sulit riset, perlu ada riset memang untuk hal ini. Riset ini butuh waktu lama, banyak orang, siapa yang mau biayai hal tersebut,” kata Devie.
(dtkc/izo)




