BERITA UTAMA

Biadab! Pedagang Disabilitas Netra Sukabumi Ditipu di Masjid, Pelaku Ngaku Ketua DKM

×

Biadab! Pedagang Disabilitas Netra Sukabumi Ditipu di Masjid, Pelaku Ngaku Ketua DKM

Sebarkan artikel ini
Pedagang Disabilitas Netra Sukabumi
Seorang pedagang disabilitas netra, Ii Jali Padli (38) saat menunjukan surat laporan pasca jadi korban penipuan

SUKABUMI — Seorang pedagang penyandang disabilitas netra asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban penipuan oleh pria yang mengaku sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Raudhatul Irfan. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu (9/11/2025) siang, tak lama setelah salat Zuhur.

Korban, Ii Jali Padli (38), warga Kampung Sukamanah 1, kehilangan seluruh hasil dagangan dan satu unit ponsel miliknya setelah diperdaya oleh pelaku yang berpura-pura ingin memberikan bantuan modal usaha.

Bank bjb Tandamata

“Dia bilang sudah musyawarah dengan pengurus DKM, mau bantu saya ngasih modal. Saya percaya, lalu kasih uang hasil jualan dan barang dagangan saya. Tapi ternyata semua dibawa kabur,” ujar Ii Jali kepada Radar Sukabumi, Rabu (12/11/2025).

Pelaku juga meminjam ponsel korban dengan dalih ingin memfoto sembako bantuan, lalu menyuruh anak korban membeli jajanan di luar masjid. Setelah ditunggu hampir setengah jam, pelaku tak kunjung kembali.

“Saya langsung sadar, kayaknya saya ditipu. Apalagi anak saya bilang pelaku ke minimarket beli sembako, tapi enggak balik lagi,” tambahnya.

Petugas keamanan masjid sempat berusaha mengejar pelaku, namun gagal. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memanfaatkan area blank spot yang tidak terpantau kamera. Korban kemudian melapor ke Polsek Cisaat dan diarahkan ke Polsek Cibadak sesuai wilayah hukum.

Kerugian yang dialami korban meliputi uang tunai Rp277 ribu, ponsel Samsung senilai Rp2,8 juta, dan kartu SIM yang dikhawatirkan disalahgunakan.

“Harapan saya orang itu cepat ditangkap, jangan sampai ada korban lain. Saya disabilitas saja kerja keras buat hidup. Apalagi dia nipunya di masjid, tempat ibadah,” tutup Ii Jali.
knya saya ditipu. Apalagi anak saya bilang pelaku ke minimarket beli sembako, tapi enggak balik lagi,” tambahnya.

Petugas keamanan masjid sempat berusaha mengejar pelaku, namun gagal. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memanfaatkan area blank spot yang tidak terpantau kamera. Korban kemudian melapor ke Polsek Cisaat dan diarahkan ke Polsek Cibadak sesuai wilayah hukum.

Kerugian yang dialami korban meliputi uang tunai Rp277 ribu, ponsel Samsung senilai Rp2,8 juta, dan kartu SIM yang dikhawatirkan disalahgunakan.

“Harapan saya orang itu cepat ditangkap, jangan sampai ada korban lain. Saya disabilitas saja kerja keras buat hidup. Apalagi dia nipunya di masjid, tempat ibadah,” tutup Ii Jali.