Bencana Mulai Kepung Sukabumi

  • Whatsapp
Bencana-Kepung-Sukabumi
Akibat hujan angin pada siang hari mengakibatkan atap panggung Sekolah terbang melintasi bangunan sekolah dan menimpa atap rumah warga yang posisinya berada di samping sekolah, Senin (18/10).

SUKABUMI – Cuaca ekstrim yang melanda Sukabumi dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini, ternyata telah menyebabkan bencana alam beberapa wilayah.

Sepertihalnya di wilayah Kecamatan Cimanggu, tepatnya di Kampung Tegalpanjang, RT 01/01, Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu, angin kencang telah merusak atap bangunan SDN III Cimanggu dan satu rumah warga pada Senin (18/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terkahir ini mengakibatkan kurang lebih ada delapan titik bencana yang terlapor.

Bencana yang terjadi mulai dari pohon tumbang di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat yang menimpa rumah warga, pohon tumbang di Desa Purwasari Kecamatan Cicurug yang menghalangi arus lalu lintas, angin kencang yang merusak rumah warga di Desa Pasir Doton, Kecamatan Cidahu, bencana longsor yang terjadi di Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, 42 unit rumah rusak di Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong yang diakibatkan angin kencang, longsor di desa Cibodas kecamatan Bojonggenteng yang merusak tiga kolam ikan, angin kencang yang menyebabkan atap SDN 3 Cimanggu, Kecamatan Cimanggu rusak dan longsor desa kutajaya, Kecamatan Cicurug.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani menerangkan, penyebab bencana yang terjadi dalam kurun waktu ini diakibatkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang.

“Penyebab bencana mayoritas adalah hujan deras yang disertai angin kencang, sehingga membuat pohon tumbang, longsor dan angin puting beliung,” terangnya, Senin (18/10/2021).

Seluruh titik bencana telah dilakukan asessment oleh petugas dilapangan. Terkait tindak lanjutnya, BPBD Kabupaten Sukabumi bakal berkoordinasi dengan semua pihak.

“Petugas dilapangan sudah mendatangi setiap titil lokasi bencana yang terlapor, termasuk mengevakuasinya. Tindaklanjutnya kami akan berkoordinasi,” ujarnya.

Dalam sederet bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, tidak mengakibatkan korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir cukup besar. “Untuk kerugian secara keseluruhan masih dalam penghitungan, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” sebutnya. (upi/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *