BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Bencana Longsor di Simpenan Sukabumi, Akses Jalan Bagbagan Kiaradua Sempat Terhambat

×

Bencana Longsor di Simpenan Sukabumi, Akses Jalan Bagbagan Kiaradua Sempat Terhambat

Sebarkan artikel ini
Longsor Simpenan Sukabumi
Kondisi ruas jalan nasional Bagbagan kiaradua kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, kabupaten Sukabumi.

SIMPENAN – Sempat ditutup total karena tertimbun material longsor di kampung Cimapag, akses jalan ruas Bagbagan Kiaradua di Desa Loji, kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi kembali lancar dan bisa dilintasi kendraan baik roda dua maupun roda empat.

Kondisi terkini, sekitar pukul 12.00 Wib akses jalan ruas bagbagan kiaradua tepatnya di kampung Cimapag sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan, namun begitu para pengendara yang melintas harus berhati hati dan waspada.

Bank bjb Tandamata

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Simpenan Dandi Sulaeman saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tebing longsor di kampung Cimapag merupakan susulan dari bencana longsor sebelumnya terjadi pada Rabu, 4 Desember 2024.

“Tadi malam kejadiannya pukul 22.00 Wib, bencana tanah longsor susulan terjadi dan sempat menutup akses jalan,” ujar Dandi Sulaeman. Selasa, (14/1/2025).

Dijelaskan Dandi, material tanah longsor susulan sekitar pukul 22.00 Wib tersebut memiliki tinggi longsoran sekitar 1 meter, dan panjang 7 meter, serta lebar sekitar 5 meter, saat itu memang kondisi dilapangan tengah diguyur hujan deras dampak cuaca ekstrim.

“Saat malam itu material longsoran memang sempat menutup seluruh akses jalanz namun berkat kesigapan petugas dilapangan dari PUPR dan pekerjaan umum provinsi serta unsur terkait lainnya pukul 24.00 Wib berhasil dievakuasi dengan menggunakan alat berat,” jelasnya.

Lanjut, Dandi, kejadian bencana tanah longsor di kampung Cimapag tersebut sudah tercatat merupakan yang ke 8 kali, sejak terjadi pada tanggal 25 Desember 2024 lalu.

“Setiap terjadi longsoran ketinggiannya bervariasi, saat ini tengah dilakukan proses pembuatan terasering atau trap untuk tebing longsoran oleh PUPR dan usnur terkait lainnya,”

“Proses pengerjaan perkiraan baru 60 persen, sampai hari ini pengerjaan terus berlangsung, karena kondisi saat ini basah dan berpotensi longsor susulan, beberapa kali sempat ada penundaan. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa kejadian malam tadi,” tandasnya. (Ndi).