PS mengaku belum mengetahui informasi selengkapnya seperti apa, termasuk aksi bejad ayah kandung itu dilakukan dimana. Sebab, ketika tersangka pelaku diamankan oleh aparat, dirinya sedang tidak berada di rumah atau tengah bekerja. “Gak tahu apakah di rumah atau kejadiannya di mana,” paparnya.
Menurutnya terduga pelaku bukan warga asli di sana, tetapi mendiami rumah kontrakan dan sudah dua tahun menetap di wilayahnya. Sehari-hari pelaku bekerja sebagai pengepak ikan di dermaga Palabuhanratu.
“Semalam posisinya (terduga) sih, sudah ditangkap dan saya lihat sendiri. Umur anaknya sekitar 4 tahunan dan yang menjadi korban itu anak keduanya yang perempuan, kalau anak pertamanya laki,” paparnya.
Ia juga mengaku tidak mendapatkan surat pemberitahuan penangkapan dari kepolisian padahal, seharusnya sebagai RT ia diberi tahu. “Intinya sekarang dia (terduga) sudah dalam penanganan polisi,” tandasnya.






