Jual Beli Pakaian Dalam Wanita Bekas Bikin Heboh

Tangkapan layar akun jual beli pakaian dalam wanita bekas

RADARSUKABUMI.com – Pandemi Covid-19 tampaknya membuat orang harus berfikir ekstra keras agar memastikan pundi-pundinya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun apakah harus dengan jual beli pakaian dalam bekas? Setidaknya inilah yang terjadi di Bogor.

Diketahui bahwa muncul akun media sosial group yang menjajakan pakaian dalam wanita bekas pakai. Di sana terjadi transaksi jual beli cenala dalam bekas pakai. Radarbogor.id (grup Radar Sukabumi) pun menelusuri hal ini.

Bisnis online penyedia pakaian dalaman wanita bekas untuk kaum kelainan seksual ini, bisa ditemukan lewat ikon pencarian facebook bernama Jual Beli CD Bekas Pakai (INBOK).

Saat ditelusuri, peminatnya bukan hanya jomblo, pria berstatus kawin pun tak ketinggalan. Berbagai motif dan kondisi CD bekasnya ditawarkan si penjual lengkap tanpa harus membuat permohonan seperti kebanyakan grup privat.

Untuk pemesanannya, peng-order akan dialih join ke dalam grup telegram yang berisi ratusan member penyuka pakaian dalam wanita bekas. Sementara untuk harganya dibandrol mulai dari Rp100 ribu-Rp300 ribu.

“Satunya Rp100 ribu kak, harga tergantung motif dan kondisinya. Request juga bisa. Biasanya lebih kotor lebih mahal bisa Rp300 ribuan. Sudah sama ongkos kirim, silakan diisi form pemesanannya,” tulis admin grup bernama Jual Pakaian Bekas Pakai 24jam.

Tak hanya itu, dalam keterangannya, grup tersebut juga membuka peluang bagi membernya untuk ikut menjajakan koleksi pakaian dalam hasil buruannya kepada member lain, dengan Cash on Delivery (COD) menjangkau wilayah Jabodebek.

“Untuk member yang punya koleksi hasil buruannya bisa posting di sini ya. No palkor (istilah penipuan), kita post mukanya,” ketik admin dalam keterangannya.

Sebelumnya, pelaku kelainan seksual meresahkan warga Bogor. Tepatnya di Kampung Telajung, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Warga, khusunya wanita dibuat resah dengan kabar hilangnya celana dalam wanita secara misterius.

Aksi kriminal inipun beredar luas di aplikasi whatsapp grup Silaturahmi warga RT 03. Si pengunggah informasi yang merupakan tetangga korban menyebut kejadian berlangsung pada Selasa, (2/2/2021) pagi. Dengan korbannya yang merupakan para wanita muda.

Dikonfirmasi, Ketua RT 03, Kampung Telajung, Desa Wanaherang, Jodi Hermawan membenarkan kabar tersebut. Saat ini ia tengah memastikan dan masih dalam konfirmasi pihak korban yang kehilangan celana dalam.

“Iya, salah satu warga menginformasikannya lewat grup. Kami masih tunggu keterangan korbannya. Infonya ada dua wanita yang kehilangan celana dalam, Sambil kita cek bareng-bareng, ” kata dia saat dihubungi radarbogor.id.

Tidak hanya di sana saja, kejadian serupa juga meneror beberapa lokasi lain di wilayah Desa Wanaherang.

Matjudin, salah satu warga yang juga sebagai penggiat keamanan lewat jaringan udara menginformasikan kabar tersebut. Dikatakannya, kabar hilangnya dalaman wanita juga terjadi Kampung Parungdengdek.

“Ya, ada laporan juga soal itu di Parungdengdek, korbannya lima wanita mengaku kehilangan celana dalam. Sudah ada yang kami curigai, ” ungkapnya.

Diketahui teror pencurian celana dalam wanita di wilayah Desa Wanaherang bukan kali pertama. Pada tahun 2015 teror serupa sempat menyeruak, Korbannya saat itu berjumlah 32 wanita yang rata-rata berstatus pekerja pabrik. (RB/izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.